Polres Sumedang Tetapkan 4 Orang Jadi Tersangka Kasus Pengeroyokan TNI

oleh -

Radarsumedang.id – Satuan Reskrim Polres Sumedang menetapkan empat orang tersangka pengeroyokan terhadap Pratu Muhammad Asrul (24), anggota TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 301/PKs, yang terjadi di Dusun Singkup Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan, Jumat (6/11/2020) sekitar pukul 18.00.

Dua orang tersangka yang pertama diamankan adalah NM (40) dan ES (62). Namun dari hasil pengembangan polisi mengamankan dua orang tersangka lainnya, IR (41), dan SA (40). Keempat tersangka ini merupakan warga Desa Cijeruk Kecamatan Pamulihan, yang berprofesi sebagai tukang ojeg pangkalan. Keempatnya ditangkap kurang dari 24 jam setelah kejadian.

Kapolres menuturkan, kronologis kejadian pengeroyokan berawal saat korban mengemudikan mobil dari arah Bandung menuju Sumedang. Saat di Jalan Raya Bandung-Sumedang kawasan Cadas Pangeran, tepatnya di Dusun Singkup Desa Ciherang Kecamatan Sumedang Selatan, korban tidak sengaja dan tak menyadari menyerempet seseorang.

Tidak lama kemudian tiba-tiba korban disusul sekelompok orang dengan mengendarai 3 sepeda motor. Kemudian korban diminta turun dari mobilnya, dan terjadi perdebatan, hingga para pelaku memukuli korban.

“Para pelaku memukuli korban ke arah muka dengan tangan kosong secara bergantian yang mengakibatkan korban mengalami luka memar di bagian muka sebelah kanan, dan luka di hidung hingga mengeluarkan darah,” kata kapolres.

Kata kapolres, pihaknya sudah menetapkan semua tersangka aksi pengeroyokan tersebut.
“Dari petunjuk dan barang bukti yang ada, dan pada saat itu ada saksi yang merekam peristiwa tersebut, sudah seluruhnya tersangka yang melakukan penganiayaan itu kami amankan,” katanya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0610/Sumedang, Letkol Inf. Zaenal Mustofa mengaku kaget atas kejadian tersebut, karena menurutnya tidak mencerminkan masyarakat Sumedang. Ia pun mengajak masyarakat agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

“Yang saya tahu masyarakat Sumedang itu santun. Mari kita mengedukasi masyarakat agar jangan main hakim sendiri, karena akibatnya akan merugikan diri sendiri,” ujarnya.

Sementara Komandan Yonif Raider Mayor Inf. Wahyu Alfian juga menyangkan aksi kekerasan tersebut. Namun, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak kepolisian.

“Kami apresiasi pihak Polres Sumedang yang langsung mengamankan tersangka dalam waktu sebentar, mari sama-sama percayakan kasus ini kepada pihak kepolisian yang menanganinya,” kata Danyon.

Atas perbuatannya tersebut para tersangka dijerat Pasal 170 ayat (1) KUH Pidana dan atau Pasal 351 ayat (1) KUH Pidana jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, video pengeroyokan anggota TNI tersebut viral di media sosial. Dalam video berdurasi pendek itu, Ashrul yang saat itu mengenakan seragam training TNI AD sempat menerima pukulan dan tendangan dari sejumlah orang, namun terlihat ada warga lainnya yang mencoba melerai. (gun)