Ini Hasil Audiensi GMBI dengan Forkopimcam

oleh -
IST AUDIENSI: Audiensi antara KSM LSM GMBI Kecamatan Cisitu dengan Forkopimcam Cisitu pada Selasa (10/11).

Cisitu, Radarsumedang.id – Lima butir hasil audiensi antara KSM LSM GMBI Kecamatan Cisitu dengan Forkopimcam Cisitu dituangkan dalam berita acara untuk selanjutnya akan ditandatangi seluruh pihak terkait.

Audiensi dihadiri Camat A. Kusnadi, S.Ap, Kapolsek Iptu Awang Munggardijaya dan Koramil setempat serta para kepala desa se-Kecamatan Cisitu, dilangsungkan di aula kantor kecamatan pada Selasa (10/11).

Sedangkan dari LSM GMBI, hadir Ketua KSM Kecamatan Cisitu Usep beserta para anggotanya dan didampingi Kadiv Pengamanan DPD LSM GMBI Kabupaten Sumedang Tito Aditia.

Usep mengatakan, lima butir hasil audiensi adalah mengenai letak geografis Kecamatan Cisitu, pembagian Bansos yang belum merata, wilayah kecamatan yang belum memiliki Koramil, SLTA dan pasar.

“Pagu anggaran kegiatan Sapras dan dana desa dianggap kurang transparan. Sehingga apabila ada tindakan pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang akan dilanjutkan ke proses hukum,” pungkas Usep. Sedangkan hasil butir audiensi yang kelima atau terakhir yakni membahas mengenai keempat point di atas akan disikapi secara bersama-sama untuk membangun Kecamatan Cisitu ke depan menjadi lebih baik.

Usai acara, Camat A. Kusnadi mengucapkan terimakasih atas kedatangan tim audiensi KSM LSM GMBI Kecamatan Cisitu lantaran sudah bersikap saling mengingatkan dan saling menerima masukan bersama unsur Forkopimcam Cisitu. “Ada yang dirasa kurang dalam tugas cepat lapor dan kami hargai beliau dan mereka juga mengerti saat kami memberikan penjelasan,” ungkap camat.

Disadari, beberapa hal positif dan negatif dalam pelaksanaan pembangunan. Sehubungan itu pihaknya mempersilakan agar ikut mendorong untuk kemajuan, namun jangan sampai menentukan dengan cara sendiri. “Karena kewajiban otonomi desa disana ada kades dan BPD yang mengatur rumah tangga sendiri,” jelasnya.

Dia menambahkan, data di Kabupaten Sumedang paling bagus se-Indonesia dalam program ‘sapa warga’ untuk bantuan KK miskin. Sedangkan pengurangan jumlah bantuan itu sudah diatur dari provinsi yang mencoret. “Jangankan data dinamis, statistis juga beda-beda,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Iptu Awang Munggardijaya menuturkan, jawaban yang disampaikan Forkopimcam Cisitu sudah realistis berdasarkan fakta-fakta hasil koordinasi dan komunikasi pihak terkait. Berbagai permasalahan di sejumlah desa, sebagai Forkopimcam harus mengetahui untuk pertanggungjawaban secara lisan dan tulisan. “Alhamdulillah bersama unsur Forkopimcam Cisitu dan GMBI berbagai permasalahan Cisitu kita bahas dan berjalan aman terkendali,” tandasnya. (tri)