Sempat Menuai Protes Dari Warga, Jalan Tanjungsari – Sukasari Kini Mulus Kembali

oleh -
Istimewa

Tanjungsari, Radarsumedang.id – Penantian panjang warga di Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Sukasari akhirnya terjawab. Kini jalan Tanjungsari-Genteng yang merupakan jalan penghubung dua kecamatan tersebut akhirnya di perbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumedang.

Sebelumnya, warga Tanjungsari melalui media sosial dan juga melalui media spanduk memprotes pemerintah Kabupaten Sumedang karena jalan tersebut tak kunjung diperbaiki.

Kepala UPTD PUPR wilayah Tanjungsari H. Edih Mulyadi mengaku bahwa pengerjaan perbaikan jalan Raya Tanjungsari – Genteng di Dusun Kaum Desa Jatisari Kecamatan Tanjungsari baru selesai.

“Perbaikan jalan sudah mulai dikerjakan dan bahkan sudah selesai, meski molor sehari dari jadwal yang rencananya dikerjakan hari senin, karena ada kendala dilapangan jadi dikerjakan selasa malam hingga rabu dini hari,” ujarnya kepada Radar Sumedang.

Bahkan, kata Edih, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir sebelumnya memastikan dengan melakukan pengecekan perbaikan jalan tersebut pada hari Senin (16/11) kemarin, seusai melaksanakan agenda lainnya.

“Menurut Bupati jalan rusak akan ditangani dengan overlay hotmiks dan ada pembangunan bahu jalan kiri kanannya sepanjang 100 meter. Saluran air atau drainasenya juga diperbaiki dan dibuatkan,” ucapnya.

Menurutnya, kemungkinan setelah beres penghotmikan langsung akan dibongkar saluran air untuk diperbaiki. Karena, selama rusaknya jalan tersebut karena saluran air tidak berfungsi secara normal, sehingga ketika hujan tiba air selalu meluber ke jalan mengakibatkan jalan cepat rusak.

“Pengerjaan drainase akan dilakukan oleh pihak lain, sementara pengerjaan jalan dilakukan oleh Unit Reaksi Cepat (URC) Sumedang dengan panjang 400 meter,” ucapnya.

Edih menjelaskan, ancurnya jalan tersebut sudah terjadi sekitar 1 tahun lalu, semenjak adanya pembangunan jalan bebas hambatan atau Tol Cisumdawu.

“Banyak mobil proyek bermuatan besar yang milintas dijalan ini, karena tidak sesuai dengan sfek jalan, otomatis jalan cepat ancur,” katanya.

Kendati demikian, lanjut ia, pihaknya pernah menerima permohonan perbaikan dari pemerintah Desa Jatisari dan langsung disampaikan. (tha).