Keramba Jaring Apung di Jatigede Mulai Ditertibkan Satpol PP

oleh -

Jatigede, Radarsumedang.id – Satpol PP Kabupaten Sumedang bersama pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, dibantu unsur TNI dan Polri mulai melakukan penertiban keramba jaring apung (KJA) dan keramba jaring tancap (KJT) yang bertebaran di perairan Waduk Jatigede, Sabtu (28/11/2020). Penertiban ini melibatkan seratus orang personel gabungan.

Sebelum terjun ke perairan Waduk Jatigede, tim penertiban terlebih dahulu melalukan diskusi pemetaan di kawasan Kantor Satker Waduk Jatigede.

“Sebagaimana yang telah dijadwalkan, kami mulai hari ini melaksanakan penertiban KJA,” ujar Kepala Satpol PP Kabupaten Sumedang, Bambang Riyanto.

Dikatakan, karena sudah beberapa kali melayangkan surat peringatan, pihaknya langsung melakukan penertiban.
“Sudah tidak langkah-langkah persuasif, kami langsung melakukan pembongkaran,” ucapnya.

Berdasarkan informasi pihak BBWS dan pantauan pihak Satpol PP di lapangan, kata Bambang, terdapat 184 blok/titik lokasi pemasangan KJA di seluruh perairan Waduk Jatigede, dengan perkiraan total 700 KJA.

“Satu bloknya ini ada yang dipasangi 2 KJA, bahkan ada juga yang sampai 40, jadi kalau ditotal ada sekitar 700 KJA di Jatigede ini. Ini hari pertama penertiban KJA, dan rencananya kami masih akan lakukan enam hari kedepan bersama unsur TNI dan Polri,” ucapnya.

Hari pertama penertiban KJA di Waduk Jatigede tersebut dilakukan di perairan blok Sabeulit Desa Jemah Kecamatan Jatigede.
Pantauan di lapangan, selain petugas gabungan, sejumlah pemilik KJA juga menertibkan KJA-nya masing-masing.

Salah seorang pemilik KJA di perairan Jatigede, Ade Suhendi mengaku pasrah atas penertiban KJA tersebut. Ia mengaku mengetahui rencana penertiban tersebut, dan sudah pernah mendapat surat peringatan pembongkaran KJA.

“Ya gimana lagi, saya belum sempat membongkar, cuma memang waktunya dan tenaganya sedikit-sedikit,” ucapnya.

Ade juga mengaku memasang 40 KJA di blok Sabeulit tersebut. Dengan penertiban ini dirinya mengaku mengalami kerugian hingga milyaran rupiah.
“Ya kalau lerugian sampai milyaran lah,” ucapnya. (gun)