Dinyatakan Meninggal Karena Covid-19, Keluarga Sempat Tolak Hasil Swab Tes

oleh -
BERJAGA : Tim keamanan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sumedang bersiaga di RSUD Sumedang, setelah adanya informasi penolakan pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19 oleh keluarga pasien.

Radarsumedang.id – Satu orang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan swab tes kembali meninggal dunia di RSUD Sumedang, Jumat (4/12) siang. Pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki, berusia 59 tahun, asal Kecamatan Tanjungsari.

Keluarga pasien sempat menolak hasil swab, sehingga sempat menolak proses pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19
Dari informasi yang dihimpun, keluarga pasien sempat bersitegang dengan pihak RSUD. Pantauan Radar Sumedang di lapangan, Satgas Covid-19 dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP bersiaga di area ruang pemulasaraan jenazah RSUD Sumedang.

“Yang menolak kan anaknya, keponakan saya, informasi yang masuk ke saya rumah sakit menyodorkan surat pernyataan,” kata Setiawan Saputra (51) keluarga pasien.

Dikatakan, keluarga sempat menolak hasil swab tes, lantaran keluarga menilai pasien tersebut tidak pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

“Ya selanjutnya kami ikuti protokol kesehatan saja,” ujarnya.

Dikatakan, sebelumnya pasien memang memiliki riwayat penyakit penyerta, seperti diabetes, dan asma.

Ia menuturkan, pasien masuk rumah sakit pada Senin (30/11) dengan keluhan sesak nafas. Di hari tersebut pihak RSUD melakukan tes swab, dan hasilnya positif.

“Untuk orang awam kan ragu, sebab hasil swab keluar hanya beberapa jam. Sedangkan kalau lihat dari berita itu hasil swab keluarnya tiga hari,” ucapnya.

Kata Setiawan, hal tersebut yang memicu pihak keluarga sempat menolak hasil swab dari rumah sakit.
“Ya akhirnya keponakan saya tidak menerima, dan itu wajarlah, manusiawi,” katanya.

Kepala Humas RSUD Sumedang, Dahlan Indrayana membenarkan adanya penolakan proses pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19 dari pihak keluarga.

“Tadi memang ada sedikit penolakan dari keluarga, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dibuktikan dengan hasil swab,” ujarnya.

Atas hasil swab tersebut, lanjut Dahlan, pihaknya melakukan pemulasaraan jenazah sesuai protokol Covid-19.

“Kami sesuai dengan protap, apabila pasien terkonfirmasi positif Covid-19, maka (pemulasaraan jenazah) harus dengan protokol Covid-19,” ucapnya.

Kata Dahlan, keluarga pasien menolak karena beranggapan bahwa pasien meninggal karena penyakit diabetes yang diderita sejak lama. Namun, lanjut Dahlan, keluarga akhirnya bisa menerima pemulasaraan dan pemakaman jenazah dengan protokol Covid-19, setelah diberi penjelasan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Sumedang.

“Alhamdulillah berkat kerjasama dari rumah sakit dan Satgas Covid-19 kabupaten keluarga bisa menerima pemulasaraan jenazah dengan protokol Covid-19,” ucapnya. (gun)