Pilkades Akan Tetap Digelar Meski Kasus Covid-19 di Sumedang Melonjak

oleh -

Radarsumedang.id – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir memastikan pelaksanaan Pilkades serentak gelombang III tahun 2020 akan tetap dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Kendati dengan situasi kondisi Covid-19 di Sumedang sedang mengalami lonjakan kasus, ia meyakini semua pihak baik panitia Pilkades juga masyarakat yang mempunyai hak pilih akan bersungguh-sungguh dalam melakukan hajat demokrasi.

“Target kami Pilkades serentak di Sumedang aman, damai, lancar, sukses administrasi, sukses partisipasi pemilih, dan menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” kata Bupati usai memimpin Rakor Forkopimda dalam rangka persiapan Pilkades serentak tahun 2020 di Pendopo IPP Setda, Senin (7/12).

Adapun untuk memastikan penyelenggaraan Pilkades yang sesuai harapan, pihaknya bersama Forkopimda sudah turun langsung melakukan road show guna mengajak para calon Kepala Desa agar mengedepankan aspek humanis dalam pelaksanaan Pilkades serentak.

“Bagi yang menang semua harus mendukung dan harus menerima dengan lapang dada. Adapun bagi yang belum terpilih jadikan ini sebuah buat atau itikad untuk belajar. Karena bagi saya tidak ada yang menang maupun kalah, yang ada kita belajar untuk mengevaluasi diri,” ujarnya.

Disamping itu pula, dirinya menekankan kepada semua pihak agar disiplin menjalankan protokol kesehatan. Terlebih semua sarana prasarana protokol kesehatan telah dipenuhi oleh Pemerintah Daerah termasuk tambahan anggaran sebesar Rp. 2 miliyar juga penambahan TPS.

“Sekarang kan TPS bertambah dari 266 menjadi 494 TPS, kemudian nanti ada tenggang waktunya jam berapa warga harus datang. Jadi selama protokol kesehatan ditempuh dan diawasi dengan baik kami akan terus awasi dan pantau. Insyaallah kami yakin tidak ada klaster di Pilkades serentak,” katanya.

Kendati demikian dirinya meminta kepada yang mempunyai hak pilih dalam Pilkades namun berniat pulang kampung agar melakukan karantina terlebih dahulu dan tidak berinteraksi dengan warga sekitar.

“Orang yang datang dari luar Sumedang apalagi dari zona merah wajib karantina, kami tegaskan itu sekarang,” tegas Bupati.