Bupati Akui Minat Baca Masyarakat di Sumedang Masih Rendah

oleh -

Radarsumedang.id – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengakui bahwa minat baca masyarakat di Sumedang masih sangat rendah.

Itu dikatakan Bupati saat menghadiri penyerahan program pengembangan perpustakaan digital kepada SKPD, Kecamatan, dan Pondok Pesantren di Gedung Negara, Kamis (10/12).

Menurutnya berkaca dari indeks minat baca di seluruh dunia, Indonesia berada posisi paling rendah termasuk dalam hal ini di Kabupaten Sumedang.

“Jadi orang Indonesia ini minat bacanya hanya 0,01 persen. Artinya dari 1000 orang di Indonesia hanya 1 orang. Sehingga dari 61 negara yang di survey, posisi kita ke-60,” kata Bupati.

Ia menuturkan, fenomena baca yang saat ini terjadi lebih kepada dunia maya atau media sosial.

“Kita justru lebih asik baca medsos seperti Facebook, Instagram dan WhatsApp selama berjam-jam daripada membaca buku. Apapun dibagikan (share) mau itu benar atau tidak benar, enggak ada klarifikasi. Jadi tolong kalau memang bermain medsos maka bijaklah dalam bermain medsos,” ucapnya.

Karenanya lanjut Bupati, ia berharap melalui program hibah perpustakaan digital (e-libary) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat kepada Kabupaten Sumedang melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan ini bisa dimanfaatkan oleh pihak yang menerima.

“Jadi melalui program ini kita ini mencari bahan-bahan untuk bacaan. Sehingga saya berharap rubah pemikiran kita ke e-libary karena ini bagian dari pengembangan Sumedang menuju happy digital region. Artinya semua aspek kehidupan di Sumedang harus digitalisasi,” ujarnya.

Ia menerangkan, program ini merupakan ajuan Pemerintah Kabupaten Sumedang mengajukan ke Provinsi Jawa Barat.

“Jadi kami minta ajuan-nya berupa bantuan perpustakaan digital untuk pesantren, SKPD dan Kecamatan, dan akhirnya di setujui oleh Provinsi. Alhamdulillah Sumedang menjadi satu-satunya yang dapat bantuan ini,” terangnya. (jim)