Kades Terpilih Dilarang Keras ‘Euforia Rame-rame’

oleh -

UJUNGJAYA, RADARSUMEDANG.ID – Lima butir disepakati dalam rapat persiapan akhir tahapan Pilkades serentak gelombang ketiga bersama Forkopimcam Ujungjaya dan UPTD Puskesmas pada Jumat (11/12). Rapat persiapan itu juga melibatkan 5 penjabat kades, 5 ketua BPD dan 45 panitia Pilkades dari 5 desa se-Kecamatan Ujungjaya.

Lima butir disepakati adalah menciptakan pesta demokrasi yang berjalan aman, tertib damai jujur dan adil. Kedua, meningkatnya partisipasi jumlah pemilih dengan rujukan pada Pilpres lalu. Ketiga, pelaksanaan yang aman dari penyebaran Covid-19 mengacu protokol kesehatan (prokes). Tertib dalam penggunaan keuangan dan laporan pertanggungjawaban. Terakhir yaitu terpilih calon kades yang terbaik melalui hasil pemilihan.

Camat Ujungjaya Didin Hermawan menjelaskan, pengembangan dari butir ketiga, aman dari penyebaran Covid-19 dengan ikhtiar secara ketat menggunakan prokes di tiap TPS. “Area TPS disemprot disinfektan secara berkala dan menyediakan tempat cuci tangan pakai sabun, menjaga jarak sesama dan semua wajib pakai masker serta suhu tubuhnya kita cek,” terang Didin.

Panitia Pilkades juga menyediakan bilik TPS khusus bagi warga hak pilih yang apabila ternyata memiliki suhu tubuh di atas 37 derajat celcius pada saat hari pencoblosan. “Yang suhunya di atas 37 derajat celcius tetap dipersiapkan bilik suara khusus, tak masalah untuk ikut mencoblos,” ucapnya.

Bilik suara khusus dimaksud sekaligus untuk warga hak pilih yang umpama pada saat pencoblosan ada warga yang sedang isolasi mandiri lantaran menunggu hasil tes keluar dan yang sedang reaktif positif Covid-19. “Kita tak paksa mereka harus mencoblos atau tetap mau di isolasi sehingga tidak ikut mencoblos, karena itu hak mereka. Karena mereka isolasi tak mau datang, silakan mereka karena dilarang oleh keluarganya, padahal kita sudah fasilitasi (bilik TPS khusus),” jelasnya.

Didin menambahkan, hal dinilai fundamental yaitu membuat surat khusus dari Forkopimcam Ujungjaya untuk 14 calon kades. Inti isi surat tersebut melarang keras saat pasca pencoblosan mengadakan acara syukuran dalam bentuk kerumuman massa bagi kades terpilih nantinya. “Tentunya nanti ada lima kades terpilih, mereka dilarang dengan tegas mengadakan syukuran yang berpotensi dalam bentuk kerumuman massa. Seperti ngoyak balong, makan bersama, dangdutan, karena sedang wabah covid. Forkopimcam larang secara tegas,” pungkasnya.

Apabila ada kades terpilih nanti yang melanggar isi surat khusus dimaksud, maka sanksi sudah diatur dalam aturan yang berlaku. Forkopimcam Ujungjaya akan segera memberikan teguran dan apabila teguran itu masih tidak diindahkan, maka dilaporkan ke tingkat Kabupaten Sumedang.

Dari sembilan desa se-Kecamatan Ujungjaya, lima desa di antaranya ikut Pilkades serentak pada 16 Desember mendatang. Lima desa itu adalah Desa Palabuan 3 calon kades, Keboncau 3 calon, Palasari 2 calon, Sakurjaya 3 calon dan Desa Cipelang 3 calon kades. (tri)