Parkir Berlangganan di Sumedang Akan di Uji Coba Awal Tahun 2021

oleh -

Radarsumedang.id – Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memastikan akan melakukan uji coba parkir berlangganan pada awal bulan Januari 2021.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang Surrys Laksana Putra mengatakan, saat ini rencana parkir berlangganan ini telah memasuki tahap sosialisasi.

Dikatakan, parkir berlangganan disebut-sebut bakal meningkatkan potensi PAD Sumedang. Mengingat PAD parkir sumedang per tahun ini relatif rendah.

Oleh sebab itu dengan banyaknya titik parkir dia seluruh Kabupaten Sumedang yakni sebanyak 300 lebih, diharapkan bisa mengatasi masalah target pendapatan parkir.

“Sebagaimana diketahui bersama bahwa parkir berlangganan ini memungkinkan para pengendara kendaraan bermotor bisa gratis parkir. Nanti saat melakukan kewajiban pajak kendaraan bermotor per tahunnya. Jadi untuk kendaraan roda dua (motor) Rp. 50 ribu dan kendaraan rods empat (mobil) Rp. 100 ribu per tahun,” kata Surrys didampingi Sekretaris Dinas Atang Sutarno saat sosialiasi parkir berlangganan di Graha Insun Medal, Kamis (10/12).

Adapun kata Surrys, jika pengendara kendaraan bermotor parkir di sejumlah titik seperti pusat perbelanjaan, tempat wisata dan titik lainnya hal itu merupakan pengecualian. Terlebih ada beberapa tempat yang mempunyai kewajiban retribusi kepada daerah.

“Iyah betul kalau di tempat-tempat seperti tetap bayar karena itu ada retribusi dan sistem manajemen sendiri. Akan tetapi nanti ketika masyarakat sudah membayar maka akan diberi stiker yang menandakan bahwa yang bersangkutan bisa parkir gratis tanpa dipungut oleh petugas parkir,” katanya.

Surrys juga mengatakan, jika ada kendaraan dengan plat luar Sumedang dipastikan gratis atau bisa memberi secara cuma-cuma.

Hanya saja untuk kendaraan dengan plat merah, pihaknya mengisyaratkan untuk pembayaran parkir berlangganan jika tidak bisa dikaver oleh pemerintah maka dibebankan kepada pengguna kendaraan.

Kendati menepis adanya anggapan akan kebocoran pendapatan parkir, Surrys menyebutkan, sejauh ini hanya skira Rp. 270 juta untuk retribusi parkir yang masuk ke Kas Daerah Kabupaten Sumedang.

“Di sini tidak ada kebocoran. Tapi memang hanya segitu kemampuan kita saat ini. Juru parkir menggajih sendiri dan sisanya menyetor ke Kas Daerah, kan itu tidak efektif” sebut Surrys.

Oleh sebab itu, parkir berlangganan merupakan suatu terobosan baru dalam menjaring PAD yang potensinya sangat besar. Terlebih Dishub Kabupaten Sumedang menargetkan Rp 10 Miliar pertahun, dari retribusi parkir berlangganan yang akan diberlakukan mulai Tahun 2021 mendatang.

“Kalau dengan sistem berlangganan, kan semua pemilik kendaraan bayar langsung pada saat mengisi pajak kendaraan,” ujarnya. (jim)