Ambruk Tertimpa Longsor, Rumah Dedeh Dibiarkan Hancur

oleh -
Sudah hampir setahun, satu keluarga terpaksa tinggal di saung lantaran rumahnya hancur oleh longsoran tanah

RANCAKALONG, RADARSUMEDANG.ID – Sebuah rumah di Dusun Cisugan RT 02 RW 07, Desa Sukamaju Kecamatan Rancakalong dibiarkan ambruk lantaran pihak pemilik rumah tak punya biaya untuk memperbaiki rumahnya.

Semula rumah ini sempat ambruk karena tertimpa material longsor dari benteng di salah satu rumah yang berada tepat di atasnya pada bulan April 2020 lalu.

Terpantau rumah tersebut nyaris seperti reruntuhan pasca peperangan. Tampak ada kepingan-kepingan tembok yang telah hancur. Atap rumah beserta kaki-kakinya pun habis aki at tertimpa material longsor.

Yang tersisa hanyalah bagian depan rumah karena bagian belakang rumah nyaris rata dengan tanah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sumedang dari tetangga terdekat, Aceng (72), diketahui rumah ini milik Dedeh yang merupakan warga asli Dusun Cisugan.

“Kejadiannya udah lama sekira awal-awal Covid (April). Ketika itu sedang hujan lebat dari pagi sampai sore, dan penghuni rumah sedang ada di rumah. Tiba-tiba benteng rumah yang di atas roboh dan menghantam seluruh rumah Bu Dedeh,” kata Aceng saat ditemui Radar Sumedang di rumah terdampak longsor, Selasa (15/12).

Adapun sejak rumah itu hancur karena longsoran, hingga saat ini belum ada bantuan dari Pemerintah Daerah. Padahal pemilik rumah sering datang ke kantor Kecamatan maupun Desa untuk meminta bantuan.

“Belum ada sampai saat ini. Mudah-mudahan cepat ditindaklanjuti,” ucapnya.

Sementara ditemui terpisah, sang pemilik rumah, Dedeh (48) menyebutkan, saat terjadi longsor dirinya mendengar adanya suara retakan dari benteng rumah adiknya tepat di atas rumah miliknya.

“Iya waktu itu anak saya dengar suara retakan di benteng dan tiba-tiba menimpa rumah saya. Sebagian alat-alat rumah tangga juga hancur,” kata Dedeh.

Alhasil pada akhirnya, dirinya bersama tiga anaknya harus mengungsi ke sebuah saung milik saudaranya yang berlokasi di Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara.

Alih-alih berharap datang bantuan dari Pemerintah berupa bantuan fisik, hingga saat ini belum ada perhatian.

“Sering saya tanyakan ke pihak Desa Sukamaju. Dari pihak desa disuruh ke Kecamatan, ternyata malah disuruh ke desa lagi. Jadi mulai dari RT/RW sampai Desa pun enggak ada yang kesini,” ujarnya seraya berkata saat minggu-minggu kejadian banyak yang antusias.

Karenanya, Dedeh berharap supaya rumahnya yang terdampak longsor bisa dibantu oleh pemerintah daerah.

“Saya minta dibantu secepatnya, karena saya sudah menempati rumah itu selama 23 tahun,” harapnya. (jim)