Kisah Nono Pasien Gagal Ginjal Tertolong Program JKN-KIS

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Didiagnosa mengidap penyakit gagal ginjal sejak 2014, menjadi ujian terberat bagi Nono Wahyono (68), warga Dusun Pangauban Desa Margamekar. 6 tahun menjadi waktu yang tak sebentar bagi dirinya untuk bisa lepas dari bayang-bayang rumah sakit. Setiap minggu, ia harus bertemu jarum dan selang darah demi menjaga stabilitas fungsi ginjalnya. Meskipun begitu, ia tak lantas patah semangat untuk melanjutkan hari-harinya sebagai pedagang kelontongan di depan rumahnya.

“Sempat beberapa kali drop kemudian pulih. Hari-hari saya memang terasa berat awalnya, tapi karena ada isteri, saya kembali tegar. Saya terus berdo’a buat kebaikan saya dan keluarga. Saya selalu yakin semua ujian ini pasti ada hikmahnya,” Ujar Nono saat ditemui di Rumah Sakit.

Menurutnya, setiap kali ia melakukan cuci darah, diperlukan biaya yang tidak sedikit. Untuk satu kali menjalani cuci darah, tambah Nono, pasien gagal ginjal harus membayar biaya pelayanan sekitar satu juta rupiah. Biaya tersebut belum termasuk biaya lainnya apabila memerlukan obat-obatan tambahan atau perawatan tambahan lainnya di rumah sakit.

Dengan biaya yang sangat besar, jelaslah pasien gagal ginjal merasa khawatir dengan biaya yang harus dikeluarkan. Akan tetapi, kekhawatiran itu sirna bagi para pasien gagal ginjal yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Pasalnya, program ini menanggung penuh biaya cuci darah pasien gagal ginjal sesuai prosedur yang berlaku.

“Semuanya gratis. Saya cuma mengandalkan kartu JKN-KIS dari BPJS Kesehatan. Meski harus membayar tiap bulan, saya merasa tidak keberatan, karena saya selalu tertolong dari biaya yang sangat besar. Saya gak tahu lagi harus bayar bagaimana karena biayanya sudah pasti puluhan juta,” katanya.

Seiring terbantunya Nono dengan Program JKN-KIN, besar harapan Nono agar program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan itu akan terus hadir di tengah-tengah masyarakat dengan memberikan segudang manfaat. Pasalnya, menurut Nono, sejak kehadiran JKN-KIS, banyak masyarakat yang tertolong dan terasa mudah untuk mengakses layanan kesehatan.

“Yang pasti saya bersyukur ada BPJS Kesehatan. Programnya membantu sekali. Saya bisa cuci darah dengan tenang. Mungkin sudah ratusan kali tapi pelayanan di rumah sakit tetap nyaman. Tidak pernah sekalipun saya harus membayar, semuanya gratis. Program (JKN-KIS) ini harus terus ada karena memang manfaatnya yang luar biasa. Apalagi biaya cuci darah yang tergolong mahal bisa lebih ringan karena ada BPJS Kesehatan,” bilangnya. (kh/ea).