Diskominfosanditik Sumedang Pastikan Command Centre Sudah Bisa Digunakan

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosanditik) Kabupaten Sumedang memastikan bahwa mulai bulan ini studio Command Center (pusat komando) Sumedang sudah bisa digunakan.

Kepala Diskominfosanditik, Dr. Iwa Kuswaeri mengatakan Command Center milik Sumedang ini digunakan untuk menyediakan perintah terpusat untuk beberapa tujuan.

Meskipun kerap dianggap sebagai fasilitas militer, namun Command Center yang dimaksud kata Iwa dapat digunakan dalam banyak kasus lain oleh pemerintahan atau bisnis.

“Tentunya kami berharap pegawai Diskominfosanditik paham peran dan fungsi dari Command Center yang tengah di bangun, di lantai 3 Pendopo IPP Kabupaten Sumedang,” kata Iwa kepada Radar Sumedang saat mengajak para karyawan Diskominfosanditik ke Command Center belum lama ini.

Dikatakan kedatangannya bersama jajaran Diskipas Sumedang yaitu mengunjunginya untuk mengetahui dan memahami kegunaan, tata kerja, dan manfaat fasilitas ini.

“Kami memberi pemahaman dan memberikan informasi serta pengetahuan terlebih dahulu agar semua pegawai diskominfo tahu seperti apa command center dan apa fungsinya sebelum benar di resmikan dan digunakan,” ujarnya.

Iwa menerangkan pembangunan Command Center Kabupaten Sumedang sudah mencapai 100% dan hanya tinggal melengkapi dengan alat-alat penunjang, seperti CCTV dan sensor pendukung lainnya.

“Untuk pembangunan sudah 100% dan sudah lengkap meski perlu sarana penunjang lain diantaranya belum punya CCTV lalu lintas, dan juga belum punya sensor untuk pemantau sampah di Sumedang,” terang Iwa.

Lebih lanjut dengan adanya Command Center diharapkan dapat terus mempermudah Pemerintah daerah, dalam mengambil keputusan sesuai fakta lapangan.

“Tujuan adanya command center untuk mempermudah pimpinan dalam mengambil keputusan karena nanti semua data tersedia dan langsung dipantau di command center,” katanya.

Seperti diberitakan Radar Sumedang sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosanditik) Dr. Iwa Kuswaeri melalui Kabid Informatika Mamat Rohimat menerangkan, semua peralatan yang ada di Command Center merupakan peralatan baru dan kekinian.

Ia menerangkan, nantinya Bupati, Wakil Bupati dan Sekda bilamana mengambil keputusan tak perlu berkeliling ke kantor-kantor, melainkan hanya duduk manis di Command Center. Terlebih Command Center diperuntukkan untuk integrasi aplikasi.

“Misalkan kalau di Rumah Sakit, nanti Pa Bupati bisa tahu berapa jumlah pengunjung atau antrian di RSUD, nanti akan terkoneksi di panel layar Command Center. Bahkan laporan keuangan, kepegawaian, e-office, juga bisa dicek oleh Pa Bupati di Command Center,” terang Mamat saat ditemui Radar Sumedang di ruang kerjanya, Kamis (3/12).

Saking canggihnya lanjut Mamat, Command Center juga bisa memonitor pelayanan yang belum optimal.

“Ada kasus misalkan di MPP itu untuk pengajuan NPWP sehari ada lima puluh pemohon. Tapi hanya 30 yang terlayani, nanti Pa Bupati tinggal konfirmasi apa kendalanya,” imbuhnya.

Mamat menyebutkan untuk melihat dashboard aplikasi, dipasang sebuah panel atau layar besar yang disebut dengan video wall 21 kali 4.

Artinya satu panel layar saja bisa memuat empat tampilan layar sekaligus yang jika akumulasi bisa mencapai 21 tampilan layar dalam satu panel besar tersebut.

Bahkan Command Center juga memungkinkan untuk bisa menyambungkan suara bak video conference atau pertemuan secara online.

“Memang seperti itulah fungsi Command Center yaitu, untuk menyampaikan informasi dengan cepat. Misalkan mau berkomunikasi dengan kecamatan yang paling jauh seperti Surian itu bisa,” sebut Mamat.

Kendati demikian, Mamat menjelaskan tak sembarang orang bisa masuk ke Command Center. Pasalnya studio tersebut bukan sebagai wahana wisata.

“Command Center bukan untuk umum karena itu hanya diperuntukkan bagi pimpinan saja. Kalaupun ada orang lain yang ingin masuk, itu harus ijin dulu ke Diskominfosanditik,” katanya.

Lebih lanjut sambung Mamat, Command Center Sumedang merupakan satu-satunya yang dibangun di Jabar pada tahun ini. Terlebih Kota/Kabupaten lain ada yang sudah dibangun seperti Kota Bandung, Cimahi, Bekasi, Kabupaten Cirebon, Indramayu hingga Garut.

“Insyaallah nanti tanggal 2 Januari 2021 akan mulai beroperasi sambil menunggu petugas yang akan stay di Command Center. Akan tetapi untuk uji coba nanti akan dilakukan pada tanggal 20 Desember untuk melihat apa yang kurangnya untuk kemudian disempurnakan pada bulan Januari mendatang,” kata Mamat.

Mamat menambahkan, pembangunan Command Center ini seluruhnya merupakan Bantuan Provinsi (Banprov) Jawa Barat sehingga dalam hal ini Kabupaten Sumedang hanya sebagai penerima manfaat.

Hanya saja kata Mamat, saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan untuk SDM yang akan menghuni pusat komando Pemerintah itu. Terlebih ditargetkan pada bulan Januari 2021 mendatang Command Center akan digunakan secara penuh oleh tenaga ahli.

“Kami memerlukan dana untuk penunjang operasionalnya, karena sekarang bangunan fisik sudah ada sehingga harus ada petugas seperti operator, pembuat aplikasi, petugas pemantau CCTV, petugas penerima pengaduan masyarakat, hingga petugas kemanan yang menjaga 24 jam,” tutupnya. (jim)