Sumedang Masuk Zona Oranye, Bupati Akan Berlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang akhirnya menyatakan sikap berkaitan dengan kebijakan PSBB Jawa-Bali oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang yang juga Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir mengatakan, posisi Sumedang masih berada pada level kewaspadaan zona oranye dengan jumlah kasus dan sebaran meningkat tiap hari rata-rata 20 kasus.

“Tadi berdasarkan rapat yang barusan, menimbang dari intruksi pusat dan melihat data fakta di lapangan di Sumedang. Maka akan diberlakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM),” kata Dony usai memimpin rapat PSBB di Pendopo IPP Setda, Kamis (7/1) sore.

Dikatakan, PPKM diterapkan dalam rangka melindungi jiwa masyarakat untuk memutus mata rantai Covid-19.

Dengan pembatasan ini lanjut dia, kedepan juga akan di follow up oleh peraturan bupati, yang isinya mungkin seperti PSBB namun tidak sepenuhnya.

“Nanti sekolah dan pesantren semuanya daring, pembatasan tempat ibadah 50 persen dari kapasitas, restoran 25 persen dari kapasitas untuk bisa beroperasi. Kemudian semua perkantoran akan WFH lagi 75 persen dari jumlah karyawan. Selain itu pusat perbelanjaan juga dibatasi jam operasional sampai jam 7 malam,” paparnya.

Tak sampai disitu, melalui Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Covid-19 Kabupaten Sumedang, pihaknya juga akan melakukan penguatan penegakan hukum yaitu lebih mengintensifkan pembubaran kerumunan.

“Jadi selain penegakan disiplin menerapkan protokol kesehatan juga razia secara stasioner dan mobile, Satpol-PP dibantu TNI-POLRI akan langsung melakukan pembubaran kerumunan,” pungkasnya. (jim)