Petani Minta Satker Surutkan Air Waduk Jatigede

oleh -
Ketinggian air di waduk Jatigede yang terus naik dan mulai merendam tanaman palawija

DARMARAJA,RADARSUMEDANG.ID – Pemerintah Desa Pakualam, Kecamatan Darmaraja meminta pihak Satker Waduk Jatigede dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, menurunkan tinggi muka air bendungan.

Naiknya tinggi muka air secara berangsur, merendam tanaman palawija yang ditanam petani di areal genangan terutama di wilayah Cisema, Desa Pakualam.

Kepala Desa Pakualam, Sopyan Iskandar menyebutkan, pada dasarnya tanaman palawija milik petani di Cisema Desa Pakualam, memang ditanam di lahan genangan saat kondisi air surut beberapa bulan lalu. Kini memasuki musim hujan, kata dia, muka air waduk naik dan mulai merendam tanaman palawija tersebut.

“Tadinya kan saat (air waduk) surut warga memanfaatkan lahan yang memang masuk wilayah genangan, untuk ditanami palawija seperti jagung, kacang tanah dan lainnya. Ternyata sebelum dipanen, air waduk naik dan merendam tanaman warga,” ujar Sopyan, Senin (11/1).

Sopyan menyebutkan, sedikitnya ada sekitar dua hektar lahan yang dimanfaatkan petani untuk menanam palawija. Saat ini kondisinya mulai terendam. Sehingga kemungkinan tanaman tidak akan bisa dipanen.

“Makanya kami meminta kebijakan pihak BBWS atau pihak waduk agar bisa bijak menurunkan dulu muka air, agar petani bisa memanen tanaman palawijanya,” katanya.

Sopyan mengakui, lahan yang menjadi media tanam palawija petani memang milik pihak waduk. Tapi karena petani sudah mengeluarkan modal untuk menanam, setidaknya pihak terkait bisa bijak.

“Paling tidak bagaimana bisa diusahakan sampai panen kondisi air diatur pada elevasi yang tidak merendam tanaman, ” katanya.

Ia menuturkan, setiap tahunnya ketika air waduk surut, biasanya warga kerap memanfaatkan lahan kawasan genangan yang surut dengan menanam padi dan palawija.
Karena menurut perhitungan warga, air waduk biasanya naik kembali setelah tiga bulan.

“Tahun-tahun lalu warga berhasil hingga bisa memanen palawija atau padi yang ditanamnya. Namun untuk tahun ini sebelum dipanen, tinggi muka air berangsur naik karena intensitas hujan yang tinggi,” tuturnya.

Salah seorang warga yang juga menanam palawija di kawasan genangan yang surut, Iis Maryanti warga Ciduging, Desa Tarunajaya, Kecamatan Darmaraja mengungkapkan, dirinya harus rela tanamannya terendam air. Ia mengaku tidak menyangka air waduk cepat naik sehingga merendam sebagian tanamannya.

“Saya menanam mentimun dan bawang daun, sebagian sudah terendam dan sebagian lainnya mungkin satu atau dua hari lagi terendam. Tapi ada juga yang bisa dipanen cuma sedikit,” ujarnya.

Ia mengaku sedikit kecewa karena harus mengeluarkan biaya saat menanam. Tapi ia juga sadar karena lahan sebagai media tanamnya milik pihak Waduk Jatigede.
“Kedepannya sih mikir dulu kalau mau menanam di lahan yang surut,” ucapnya. (gun)