Warga Sekitar Lokasi longsor Akan Direlokasi, Sementara Lahan Kas Desa Tak Bisa Digunakan

oleh -

CIMANGGUNG,RADARSUMEDANG.ID – Sebelum selesai melakukan kajian dari pemerintah pusat. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo meminta warga di sekitar lokasi longsor di Dusun Bojong Kondang, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, untuk segera mengungsi dan tidak kembali ke tempat semula.

“Meminta kesadaran masyarakat untuk mengungsi ke tempat lebih aman. Jangan dulu kembali sebelum hasil kajian dari pemerintah pusat maupun provinsi selesai,” ujar Doni di Posko Pengungsian SMAN Cimanggung, Minggu (10/1) belum lama ini.

Doni menuturkan, pemerintah Kabupaten Sumedang telah menyiapkan tempat relokasi bagi seluruh warga terdampak longsor.

“Informasi dari Pak Bupati, sudah ada lahan kas desa yang bisa digunakan untuk tempat relokasi. Oleh sebab itu, masyarakat tidak dulu kembali sebelum hasil kajiannya selesai,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cihanjuang Yuyus Yusuf mengatakan Desa Cihanjuang tidak memiliki lahan kas desa yang luas hanya 100 tumbak itupun berada di wilayah Desa Sindanggalih.

“Telah ada informasi bahwa kas desa cihanjuang akan dijadikan tempat relokasi korban longsor, namun yang menjadi permasalahan terbentur masalah aturan atau payung hukum karena lahan kas desa tidak bisa dihuni oleh perorangan,” ucap Yuyus kepada Radar Sumedang. Senin (11/01).

Selanjutnya, kata Yuyus, apabila direlokasi kelahan kas desa lain, dikhawatirkan setelah 5 atau 10 tahun kedepan ada gugatan karena tidak kuat dari segi hukum maka akan diusir.

“Jangankan kedesa lain kedesa sendiri juga tidak memungkinkan, terlebih ini masyarakat, aparat saja ketika mendirikan bangunan dilahan pemerintah pasti akan ada yang menggugat,” tambahnya.

Adanya persoalan tersebut, kata ia,
Bupati Sumedang tidak memprediksi kesana. Sehingga solusinya, apabila ini kehendak Pemda maka harus menyediakan lahan, bisa dengan tukar guling Pemda memiliki lahan itu, bisa juga dengan Pemda membeli lahan selanjutnya digunakan untuk korban longsor.

“Apabila sekonyong-konyong menggunakan lahan kas desa tidak ada payung hukum dan kedepannya akan muncul gugatan,” tambahnya.

Yuyus menjelaskan, keberadaan perumahan Hanjuang Regensi atau Kampung Daud sudah ada sejak 2 tahun lalu dengan jumlah bangunan sebanyak 25 unit. Namun yang sudah pindah domisili baru dua Kepala Keluarga (KK) sisanya masih berdomisili luar Cihanjuang atau luar Sumedang. (tha).