Akhirnya Pelaku Penusukan di Sumedang Berhasil Diringkus dan Dihadiahi Timah Panas

oleh -
Tersangka penusukan usai ditangkap di Purwakrta dan dihadiahi timah panas karena melawan petugas (istmewa)

RADARSUMEDANG.ID – Wisnu alias Black (30), tersangka penusukan terhadap Karta Gunawan, yang terjadi saat aksi galang dana yang dilakukan sekelompok geng motor untuk korban longsor di Kampung Bojongkondang, RT 3 RW10, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung akhirnya diamankan.

Warga Bojongsoang Kabupaten Bandung itu ditangkap di wilayah Wanayasa Kabupaten Purwakarta oleh tim Buser Resmob Polres Sumedang, Kamis (20/1/2020). Polisi terpaksa menghadiahi timah panas karena pelaku melawan petugas.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, Black merupakan pelaku utama penusukan, hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Betul, jadi pelaku yang baru saja kami tangkap hari ini tanggal 20 Januari 2021 atas nama Wisnu alias Black, pelaku ini perannya menusukan pisau ke dada kiri korban, yang ketika kami bawa ke rumah sakit pun pisaunya masih tertancap,” katanya, Kamis (20/1/2020) sore.

Kapolres menuturkan, setelah kejadian itu, pelaku langsung melarikan diri dan berpindah-pindah tempat.

Sumber di lapangan menyebutkan, polisi sebelumnya mengamankan guru spiritual pelaku, yang ikut membantu pelariannya.

“Setelah kami lakukan penyelidikan setidaknya ada empat tempat yang dikunjungi pelaku saat proses melarikan diri, yaitu Bojongsoang Kabupaten Bandung, Buahbatu (Kota Bandung), daerah Subang, dan yang terakhir Purwakarta, daerah Wanayasa,” tuturnya.

Di Purwakarta, kata Kapolres, pelaku mengakhiri pelariannya karena ditangkap Tim Buser Resmob Polres Sumedang. Petugas terpaksa memuntahkan timah panas di kedua kaki pelaku karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.

“Ketika dalam proses (penangkapan), karena pelaku berusaha melawan aparat kepolisian, maka kami lakukan tindakan kepolisian secara tegas dan terukur,” katanya.

Atas perbuatannya itu, Black dijerat Pasal 351 Ayat 3 KUHP, yakni secara bersama-sama melakukan penganiayaan hingga berakibat orang tewas, dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. Dan apabila terbukti melakukan pembunuhan maka akan dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. (gun)