Pasca Insiden Tabrak Lari, Sunmori di Lingkar Timur Jatigede Jadi Sorotan

oleh -
ilustrasi ( Para pengendara sepeda motor di lingkar timur jatigede)

JATIGEDE,RADARSUMEDANG.ID- Belakangan fenomena kegiatan Sunday Morning Ride (Sunmori) atau berkendara di minggu pagi akhir-akhir ini mendadak menjadi perbincangan di kalangan masyarakat.

Itu pasca adanya peristiwa maut di salah satu titik di Jalan Lingkar Timur Jatigede pada hari Minggu (17/1) kemarin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sumedang, warga yang tinggal di sepanjang Jalan Lingkar Timur itu mengaku sudah tak tahan dengan sikap para anak remaja yang biasa melakukan kegiatan sumori. Lantaran dianggap membahayakan warga sekitar terutama yang sedang menyeberang jalan.

Diketahui, pada tanggal 17 januari 2021 kemarin, telah terjadi korban tabrak lari. Korban merupakan seorang lansia bernama Duhri (75). Beliau terseret sekira 10 meter akibat ditabrak oleh salah seorang pemuda yang mengendarai motor matic sehingga mengakibatkan luka yang cukup serius.

Menanggapi akan hal itu, Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto buka suara. Ia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera meninjau langsung di sepanjang Jalan Lingkar Timur Jatigede.

“Saya sudah perintahkan seluruh kapolsek agar dilakukan himbauan langsung ke lokasi menggunakan mobil patroli,” kata Kapolres, Selasa (19/1).

Lanjut Kapolres, jika memang tidak efektif pihaknya akan mengambil sikap berupa melakukan penutupan jalan.

“Kita akan ambil tindakan untuk menutupi jalan itu, tanpa harus menganggu pusat ekonomi di jakan lingkar timur. Kita juga akan libatkan tiga pilar yaitu dari Satpol-PP bersama dengan Koramil Jatigede,” ujarnya.

Kapolres juga menilai, kegiatan sunmori telah melanggar aturan tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sumedang.

“Insyaalah minggu ini kami akan lakukan pengecekan ke lokasi. Karena sunmori ini dinilai cukup membahayakan dan menganggu ketertiban masyrakat. Selain itu juga berpotensi menimbulman kerunuman di masa PPKM di Sumedang,” katanya.

Sementara salah seorang pemuda yang biasa melakukan sunmori, Rizky Firdaus (22) menyayangkan akan hal kejadian di jalan lingkar tersebut.

Ia menyebut pelaku tabrak lari merupakan anak dibawah umur yang belum bisa mengontrol emosi. Padahal tidak semua kaula muda yang ikut sunmori berniat untuk balapan liar.

“Itu masih dibawah umur. Bawa motornya juga rata-rata tidak terkontrol atau enggak safety riding. Dia enggak tahu spesifikasi motornya kayak gimana dan kelengkapan berkendara juga alakadarnya. Padahal kalau di grup kita, sampai saat ini masih terkontrol dan selalu kondusif setiap sunmori,” sebut Rizky.

Rizky menerangkan, jika sunmori juga bukanlah ajang untuk balapn sih. Lantaran jalan lingkar statusnya merupakan jalan umum.

Karenanya ia mencurigai, sunmori saat ini adanya oknum-oknum yang suka balapan liar sambil memperlihatkan atraksi akrobatik yang tidak jelas.

“Sebetulnya dari segi positifnya sih untuk menggerakkan perekonomian di daerah lingkar sehingga banyak pelanggan. Oleh sebab itu atas kejadian kemarin saya dan temen-temen yang suka sunmori turut berduka sedalam dalamnya, terutama untuk keluarga korban,” tandasnya. (jim)