Tim URC Dinas PUPR Bongkar Saluran Air di Jalan Angkrek

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Tim unit reaksi cepat (URC) dari
Dinas PUPR Kabupaten Sumedang terpaksa harus membongkar saluran air di sepanjang Jalan Angkrek, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara.

Pasalnya saluran air di sepanjang jalan tersebut tertutup oleh cor semen yang dibuat oleh bangunan yang berdiri di sepanjang kawasan kuliner tersebut.

Sejumlah peralatan pun disiapkan untuk membongkar cor semen dan mengeruk material tanah yang menyebabkan pendangkalan saluran air sehingga tak heran jalan Angkrek selalu tergenang air saat terjadi hujan lebat.

Termasuk sejumlah petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) juga diturunkan untuk membantu petugas dari URC Dinas PUPR untuk mengeruk material sedimen.

Menurut Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Sumedang Soni Nugraha, upaya ini dilakukan lantaran saluran air sudah tidak berfungsi sebagi mana mestinya.

“Permasalahannya, hampir sepanjang jalan Angrek, saluran airnya tertutup beton yang dijadikan akses masuk ke rumah atau toko,” kata Soni kepada Radar Sumedang, Rabu (20/1).

Bahkan kata Soni, pemilik bangunan sepanjang jalan Angkrek juga sengaja menutup saluran air tanpa menghiraukan keamanan.

Alhasil sewaktu-waktu jika terjadi hujan lebat, saluran air mampet.

“Jika dibiarkan seperti ini terus, tidak menutup kemungkian akan mengakibatkan banjir besar. Oleh sebab itu hari ini kami bersama tim URC terpaksa kami bongkar sebagian beton penutup selokan itu, agar air kembali lancar,” ujarnya.

Soni menjelaskan, untuk menutup selokan dengan beton rupanya tidak diperbolehkan. Terlebih petugas lapangan akan kesulitan mengontrol manakala saluran air tersumbat.

“Kalau pun mau dicor, mestinya tidak seluruhnya. Tetapi sebagian harus memakai besi, agar mudah terkontrol,” jelas Soni.

Ia menambahkan, selain sampah, utilitas kabel optik juga menjadi salah satu penyumbang saluran air mampet.

“Penempatannya asal – asalan. Manakala kabel ini menumpuk, cenderung akan mengikat sampah dan tanah, sehingga menghambat kelancaran air,” ungkap Soni.

Terkahir, ia mengajak semua pihak ikut bertanggungjawab dalam memelihara kebersihan saluran air.

“Jika sudah terjadi banjir, kan semuanya ikut terdampak. Karena masalah kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Soni. (jim)