Dihadapan Kapolres Sumedang, Dua Kelompok Motor ini Janji Berdamai

oleh -
Dua kelompok motor yang diketahui briges dan xtc berjanji berdamai dan tidak akan saling balas dendam dihadapan kapolres sumedang, kemarin (istimewa)

RADARSUMEDANG.ID – Kelompok motor yang terlibat keributan, hingga menyebabkan satu orang tewas di Jalan Raya Cimanggung Dusun Manabaya Desa Sindangpakuwon Kecamatan Cimanggung, 15 Januari lalu sepakat tidak akan ada aksi balasan. Pimpinan kedua kelompok tersebut menyatakan berdamai. Pasalnya, empat tersangka termasuk Wisnu alias Black yang menusuk dada kiri Karta Gunawan hingga meninggal dunia sedang diproses hukum.

“Tidak ada lagi aksi-aksi balasan yang tidak berguna dan tidak bermanfaat untuk situasi saat ini,” ujar Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, saat Konferensi Pers penangkapan tersangka Wisnu di Mapolres Sumedang, Kamis (21/1).

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari kedua belah pihak juga sudah sepakat berdamai. Hal ini dibuktikan dengan cara mereka bersalaman dan disaksikan langsung oleh Kapolres Sumedang beserta jajarannya.

Kapolres juga mengimbau, kepada semua komunitas motor untuk menjadi elemen masyarakat yang bermanfaat karena masih banyak hal positif yang masih bisa dilakukan.

“Contohnya membantu tugas kami mengkampanyekan protokol kesehatan, program vaksinasi, dan melakukan bakti sosial kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, itu adalah contoh yang baik,” katanya.

Namun, pihaknya kembali mengingatkan agar kelompok motor tidak melakukan aksi penggalangan dana di jalan raya untuk korban longsor di Cimanggung karena bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

“Saat ini, bantuan sudah terkoordinir di kantor kecamatan Cimanggung dan untuk makanan juga saya kira sudah cukup, tinggal proses relokasi kepada para korban terdampak longsor,” ucap Eko.

Seperti diketahui, kejadian yang menewaskan Karta Gunawan tersebut bermula saat satu kelompok motor melakukan aksi galang dana untuk para korban longsor di jalan raya, tepatnya di sekitar Pasar Cimanggung.

“Kemudian lewat kelompok motor yang lain dan tidak dipahami terjadi senggolan,” ujarnya.

Setelah itu, lanjut Eko, terjadi keributan antara kedua kelompok motor ini di tengah jalan hingga menyebabkan satu orang bernama Karta Gunawan meninggal dunia.

Selain menangkap Wisnu, polisi juga sudah meringkus tiga tersangka lainnya, yakni AR alias Tile, yang memukul korban dengan airsoft gun sebanyak 3 kali, kemudian DS alias Komeng, dan N Alias Ute yang memukul korban dengan tangan satu kali. (gun)