Jembatan Penghubung Empat Desa di Tomo Tak Bisa Digunakan

oleh -

TOMO,RADARSUMEDANG.ID – Jembatan Cisaar Lanang di Dusun Cibengkung Desa Jembarwangi Kecamatan Tomo kondisinya rusak parah. Jembatan mengalami keretakan besar di dua titik. Selain itu pilar pondasi jembatan kini kondisinya miring.

Kepala Dusun Cibengkung, Atep Wihanta mengatakan, rusaknya jembatan sudah terjadi beberapa minggu ini. Namun yang paling parah pada Sabtu (23/1) sore.

“Waktu itu hujan besar sekitar 3 jam, deras. Sekitar jam 7an ada perubahan, itu pondasinya agak miring, mungkin terdorong aliran air yang deras,” kata Atep, Senin (25/1).

Dikatakan, dari tiga pondasi jembatan, satu pondasi kondisinya miring, satu pondasi lagi rusak berat. Selain itu, ada dua retakan di badan jembatan.

“Sehingga menimbulkan keretakan di lantai jembatan, lebarnya sekitar 10 Cm,” tuturnya.

Akibat rusaknya jembatan tersebut, kata Atep, warga memberi tanda di masing-masing ujung jembatan, agar warga yang melintas dengan kendaraan roda dua lebih berhati-hati. Sementara kendaraan roda empat atau lebih, terpaksa harus menyebrangi aliran sungai.

“Kalau airnya besar ya otomatis mobil tidak bisa lewat sama sekali. Kalau jembatan putus jalan alternatifnya lewat Cirendang (Jembarwangi), itu sekitar 5 Km,” tuturnya.

Kata Atep, rusaknya jembatan selain karena aliran sungai, juga karena minimnya perawatan. Jembatan yang dibangun sekitar 2003 ini belum tersentuh perbaikan dari pihak pemerintah. Pada 2019 lalu, satu bagian ujung jembatan Cisaar Lanang mengalami ambles, sehingga diurug oleh warga secara swadaya.

Padahal, kata Atep, jembatan tersebut merupakan akses penting perekonomian warga empat desa, yakni Desa Jembarwangi (Kecamatan Tomo), Lebaksiuh, Kadu, dan Cintajaya (Kecamatan Jatigede).

“Kami berharap khusunya kepada bupati, jembatan segera diperbaiki, karena ini merupakan jalur alternatif yang menghubungkan antar kecamatan, sehingga perputaran ekonomi di sini sangat besar,” ucapnya. (gun)