Kebutuhan Pangan Untuk Pengungsi Selama Sebulan Kedepan Dipastikan Aman

oleh -

CIMANGGUNG,RADARSUMEDANG.ID – Seksi Logistik Posko Penanganan Tanggap Darurat Bencana Cimanggung memastikan kebutuhan pangan para pengungsi selama sebulan ke depan terpenuhi.

Demikian disampaikan oleh Asisten Administrasi Setda Nasam saat mengikuti rapat evaluasi pelaksanaan tugas Posko Penanganan Tanggap Darurat Bencana di Posko Utama SMAN 1 Cimanggung, Minggu (24/1/2021).

“Melihat ketersediaan logistik dan bantuan yang diterima, kebutuhan makanan sehari-hari bagi pengungsi dijamin aman untuk 30 hari ke depan,” ujarnya.

Ia pun melaporkan, makanan harian selama diberlakukan masa darurat bencana dipasok dari dapur umum.

“Alhamdulillah sampai dengan saat ini dapur umum dapat berjalan dengan baik untuk memasok kebutuhan pokok bagi warga pengungsi maupun para petugas di lapangan,” ucapnya.

Dikatakan, kebutuhan beras dan bahan-bahan kering untuk masak di dapur umum terpenuhi dari bantuan logistik yang masuk. Sementara untuk lauk pauk dan bumbu didanai dari kas.

“Sejak ada dapur umum, ada sekitar Rp.250 juta yang sudah dibelanjakan untuk ikan, ayam daging, sayur dan bumbu karena tidak terpenuhi dari bantuan logistik yang masuk,” tuturnya.

Untuk kebutuhan elpiji, pihaknya sudah dibantu oleh PT Pertamina yang telah memberikan bright gas untuk dapur umum.

“Pasokan gas untuk memasak di dapur umum kami sekarang dibantu oleh PT Pertamina. Jadi kalau ada kekurangan, tinggal lapor,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Komar, selaku penanggung jawab Dapur Umum Posko mengatakan, dapur umum efektif berjalan sehari setelah kejadian bencana atau sejak 10 Januari 2021.

“Dari 10 – 12 Januari 2021 kami memakai kas cadangan kebutuhan rumah tangga yang ada di Dinsos P3A untuk kebutuhan dapur umum. Selanjutnya mulai tanggal 13 Januari sampai hari ini kita meminta kepada Seksi Logistik Posko untuk dipasok bahan makanan untuk dimasak dan didistribusikan,” ucapnya.

Ia juga melaporkan bahwa jumlah makanan yang didistribusikan dapur umum sehari-harinya mengalami fluktuasi.

“Pada hari pertama, Minggu (10/1), kami menyiapkan 850 bungkus sekali masak. Tidak hanya untuk penyintas, tetapi juga untuk relawan dan petugas. Paling banyak pernah sampai 1500 nasi bungkus  atau 3000 bungkus sehari. Untuk sekarang kami masak 750-an bungkus,” jelasnya.

Ia menambahkan, sudah ada kerja sama dengan Badan Pengelolaan Keuangan Haji (BPKH) RI dan Darut Tauhid Peduli berupa bantuan pendirian dapur umum.

“Terhitung mulai 24 Januari 2021 sampai 22 hari ke depan, ada 600 bungkus nasi setiap harinya yang disediakan oleh Dapur Umum Darut Tauhid Peduli kerja sama BPKH RI,” kata Komar.(tha).