Kapolres : Hasil Otopsi, Korban Astriati Diduga Dibunuh Kerabat Dekat

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Polres Sumedang menduga kuat Tasriati (55), wanita yang ditemukan tewas bersimbah darah di kontrakannya Selasa (28/1) malam lalu, meninggal dunia karena dibunuh.

Dugaan tersebut berdasarkan hasil otopsi yang dikeluarkan pihak Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung.

“Terjadi peristiwa yang diduga peristiwa tindak pidana pembunuhan, korban berjenis kelamin wanita berusia 55 tahun,” kata Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, didampingi Kasat Reskrim AKP Yanto Slamet, di Mapolres Sumedang, Kamis (28/1).

Dari hasil otopsi, kata Eko, ada sejumlah luka dibeberapa bagian tubuh korban, yang menjadi penyebab kematian warga Dusun Lemahbeuruem Desa Karangheuleut Kecamatan Situraja tersebut.

“Ada luka di beberapa bagian tubuh, khususnya kepala korban yang menyebabkan kematian,” katanya.

Lebih jauh, kapolres memastikan pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku pembunuhan, yang diduga masih kerabat dekat dengan korban, dan saat ini tengah dilakukan proses pengejaran. Meski demikian, motif pelaku menghabisi nyawa korban masih belum bisa dipastikan.

“Pelaku itu sendiri merupakan orang dekat dari korban, masih ada hubungan keluarga. Untuk motif masih didalami sampai pelakunya ditemukan,” ujar kapolres.

Sementara itu, anak korban Sandi Tungga (38), juga menduga korban dibunuh secara keji oleh sepupunya yang berinisial AJ (25), yang juga keponakan korban. Korban dan terduga pelaku diketahui tinggal bersama di sebuha kontrakan, di Lingkungan Barak Kelurahan Lembur Situ Kecamatan Sumedang Utara.

“Kalau dugaan sih mengarah ke AJ, karena sehari-harinya korban (tinggal) sama dia,” kata Sandi, saat ditemui rumah keluarga korban, Kamis (28/1).

Pihak keluarga semakin curiga, karena pasca ibunya ditemukan tewas, keberadaan AJ sampai saat ini tidak diketahui. Kemudian, dua hari sebelum peristiwa tragis itu, korban dan AJ diketahui sempat bertengkar, karena korban menanyakan keberadaan hape AJ, yang merupakan pemberian dari korban.

“Ibu saya sangat sayang sekali dengan dia (AJ), dari kecil korban diasuh ibu saya, bahkan rasa sayang ke AJ lebih-lebih daripada ke saya sebagai anak kandungnya, ibu saya suka ngasih uang ke AJ,” ungkapnya.

Kata Sandi, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kematian korban. Namun pihak keluarga berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus yang menewaskan ibunya tersebut. Bahkan, jika AJ terbukti sebagai pelaku, pihak keluarga berharap dihukum seumur hidup.

“Semoga pelakunya segera ditangkap, kami berharap pelaku dihukum seberat-beratnya, karena kalau dia lepas lagi, warga sini kawatir akan ada kejadian lagi,” tuturnya. (gun) (gun)