Hari Ini 10 Tokoh Termasuk Bupati dan Wabup Bakal di Vaksin Perdana

oleh -
Seorang vaksinantor tampak sedang memegang vaksin sinovac yang baru saja tiba di Puskesmas Sumedang Selatan, Kamis (28/1)

RADARSUMEDANG – Vaksinasi Covid-19 Kabupaten Sumedang tahap I (termin 1) di Kabupaten Sumedang akan diprioritaskan pada 3500 tenaga kesehatan (nakes).

Termasuk dalam hal ini ada Vaksinasi secara perdana oleh 10 tokoh di Sumedang seperti Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, dan Dirut RSUD Sumedang yang dipastikan akan dilakukan hari ini di Puskesmas Situ Jalan Angkrek.

Karenanya salah seorang dokter spesialis penyakit dalam yaitu, dr. Sanditia Gumilang Sp. PD., M.H.Kes, mengajak kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten agar tak perlu khawatir dengan vaksin yang didistribusikan oleh Pemerintah ini.

Pasalnya, dirinya sendiri rupanya sebagai salah satu dari sekian dokter yang telah divaksin Sinovac selama satu kali, dan rencananya akan menjalani suntik vaksin kedua.

Ia tak menutup mata jika seseorang telah disuntik vaksin Covid-19 akan menimbulkan reaksi ringan seperti lemas, nyeri sendi dan sakit kepala.

“Akan tetapi apapun reaksi yang muncul setelah vaksinasi itu betul memang dapat muncul. Kemudian ada juga mudah mengantuk, lapar, rasa sakit di kepala hingga rasa tidak nyaman, memang itu bisa terjadi. Dan itu harus dimengerti oleh orang yang sudah divaksin,” ujar Gumilang dalam sebuah zoom meeting tentang vaksinasi Covid-19 yang diselenggarakan oleh pihak Rumah Sakit Pakuwon Sumedang, Kamis (28/1).

Meski demikian untuk reaksi ringan dari vaksin sinovac ini lanjut Gumilang, penanganannya bisa makan-makanan teratur, menggunakan pakaian yang nyaman atau cukup dengan Paracetamol saja.

“Akan tetapi kalau muncul gejala penurunan tensi hingga pingsan, ini gejala yang berat. Sehingga perlu penanganan khusus berupa pemberian obat-obatan untuk menghindari dampak alergi dari vakisnasi ini,” katanya.

Namun yang pasti sambungnya, masyarakat tidak perlu khawatir. Karena vaksin sinovac tujuannya untuk memberikan kekebalan karena kita sudah mengenal virus tersebut.

Ia juga kembali menegaskan bahwa pasca disuntik, tidak ada gejala seperti Covid-19.

“Saya kira itu pernyataan yang tidak masuk akal. Karena dari penelitian juga tidak muncul seperti itu sehingga pasca disuntik vaksin tidak akan muncul gejala. Gejala itu kalau ada virus yang masuk ke tubuh kita,” tandasnya.

Disinggung, jika ada seseorang yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19 yang menghendaki disuntik vaksin. Ia menjawab bahwa vaksinasi tidak dibutuhkan bagi orang yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sehingga vaksin sinovac tidak bisa diberikan kepada orang yang pernah terkena Covid-19

Kalaupun boleh, mesti diperiksa dulu dengan pemeriksaan kuantitatif guna mengetahui sejauh mana tingkat perlindungan (antibodi) dalam tubuhnya.

“Kalau rendah itu masih bisa dilakukan vaksinasi, tapi dengan catatan bukan yang Sinovac. Sehingga harus menunggu penelitian terbaru, vaksin apa yang akan diberikan atau penyintas covid-19,” terangnya. (jim)