Ini Tanggapan Kades Nyalindung Atas Laporan Salahgunakan Anggaran Desa

oleh -

RADARSUMEDANG.ID, CIMALAKA – Kepala Desa (Kades) Nyalindung, Kecamatan Cimalaka Budi Yanto angkat bicara terkait dilaporkannya oleh masyarakat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumedang baru-baru ini. Dia menilai, pihak melaporkan dirinya itu hanya sekelompok orang dan bukan terdiri dari masyarakat luas di wilayah desa yang dipimpinnya.

“Kata mereka saya korupsi, itu baru dugaan. Yang melaporkan saya ya, sekitar lima atau enam orang di antaranya ada tokoh masyarakat. Tapi bukan dari masyarakat luas di Desa Nyalindung. Akan tetapi itu hak mereka melaporkan saya,” jelas Budi. Sedangkan masalah yang dihadapinya itu sebenarnya sedang diurus pihak terkait dan sedang ditindaklanjuti Inspektorat Sumedang.

Dia mengakui, masalah muncul ketika program Bankudes senilai Rp 200 juta untuk penataan pengembangan Wisata Mata Air Cikandung. Ternyata anggaran itu malah dipindahkan digunakannya untuk penataan pengembangan Kampung Sawah setelah koordinasi dengan pihak terkait. “Kata masyarakat kembalikan lagi untuk penataan pengembangan Wisata Mata Air Cikandung dan sudah disepakati bersama pada Desember 2020, lalu saya kembalikan untuk Mata Air Cikandung berdasarkan kesepakatan bersama itu,” urainya.

Jika masih menyisakan permasalahan setelah kesepakatan bersama, lanjut Budi, sebaiknya tidak dulu melapor ke Kejari Sumedang. Akan tetapi bisa dimusyawarahkan kembali bersama BPD dan unsur lainnya. “Jika peduli membangun desa dan mencintai desa, mari lakukan hal normatif musyawarahkan dikedepankan untuk bersama dan bukan untuk golongan,” ajaknya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kejari Sumedang sudah menerima laporan dimaksud dan pihaknya memastikan saat ini telah masuk dalam tahap telaahan oleh tim telaah Kejari Sumedang. Terlebih jika ada pelaporan dari masyarakat, pihaknya tidak serta merta menindaklanjuti dengan pemanggilan. Melainkan masuk tahapan telaah terlebih dahulu. (tri)