Erni Sangat Bersyukur Ada JKN-KIS, Sembilan Tahun Pengobatan Tanpa Biaya

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Tervonis gagal ginjal sejak 2012 silam menjadi ujian terberat bagi Erni Heryanti (55). Warga yang tinggal di Cipameungpeuk Sumedang Selatan ini setiap minggunya harus bertemu jarum dan selang darah demi menstabilkan fungsi ginjalnya.

Meskipun begitu, ia tak lantas patah semangat untuk melanjutkan hari-harinya sebagai seorang pedagang kelontongan di rumahnya.

“Sudah ratusan kali kalau dihitung dari 2012 lalu. Sempat beberapa kali drop kemudian pulih. Hari-hari saya memang terasa berat awalnya, tapi karena ada suami dan anak-anak, saya kembali tegar. Saya terus berdo’a buat kebaikan saya dan keluarga. Saya selalu yakin semua ujian ini pasti ada hikmahnya,” ujar Erni Heryanti saat ditemui di Rumah Sakit.

Diceritakannya, gagal ginjal bukan satu-satunya penyakit yang ia derita selama ini. Selang beberapa bulan kemudian, Erni dibuat pasrah lantaran dokter mendeteksi diabetes. Meskipun komplikasi, namun ia tenang untuk terus rutin mengobatinya.

Sejak saat itu, kondisi Erni memang sering naik turun. Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit lantaran butuh transfusi darah yang cukup. Beruntung semua perawatannya telah terjamin oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Walaupun tak seberapa dan tak sebanding dengan iuran kelas III 35.000.

“Yang sering saya rasakan sangat bermanfaat sekali JKN-KIS ini dibanding sebelumnya tahun 2012 belum ada JKN-KIS, tahun 2014 daftar JKN-KIS semuanya gratis, saya cuma mengandalkan kartu BPJS (JKN-KIS) waktu itu. Saya gak tahu lagi harus bayar bagaimana karena biayanya sudah pasti puluhan juta,” ungkapnya.

Erni sangat bersyukur dengan adanya program JKN-KIS. Saat ini bisa memperpanjang nafasnya hingga kini. Tercatat, ia sudah menjadi Peserta JKN-KIS sejak 2014 silam. Besar harapannya agar program BPJS Kesehatan ini bisa berlanjut dan terus berkembang.

“Yang pasti saya bersyukur ada BPJS Kesehatan. Programnya membantu sekali. Saya bisa cuci darah dengan tenang. Mungkin sudah ratusan kali tapi pelayanan di rumah sakit tetap nyaman. Tidak pernah sekalipun saya harus membayar, semuanya gratis. Program (JKN-KIS) ini harus terus ada karena memang manfaatnya yang luar biasa. Apalagi biaya cuci darah yang tergolong mahal bisa lebih ringan karena ada BPJS Kesehatan,” harapnya. (isl/rls).