Tenaga Kesehatan di Sumedang Mulai Disuntik Vaksin

oleh -
Kepala Puskesmas Tanjungsari Dr Cepi saat disuntik vaksin

RADARSUMEDANG.ID – Tenaga Kesehatan di Kabupaten Sumedang hari ini, Senin (1/2/21). Mulai dijadwalkan disuntik vaksin covid-19. Setelah sebelumnya pada Jumat, (29/1/21) Launching Vaksinasi di Kabupaten Sumedang oleh Bupati dan jajaran Forkopimda.

Pantauan radarsumedang.id pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Rawat Inap Tanjungsari dan di Puskesmas Margajaya berjalan dengan lancar meski beberapa tenaga kesehatan tidak bisa divaksin lantaran ada yang kontra indikasi.

Kabid SDK Dinas Kesehatan Sumedang Ekki Riswandiyah mengatakan pelaksanaan vaksinasi dilakukan serentak di 38 Pelayanan Kesehatan diantaranya di 35 Puskesmas. 1 Rumah Sakit dan 2 Klinik Polres dan Brimob.

“Kabupaten Sumedang tahap pertama mendapat 7.000 vaksin itu akan dipergunakan untuk 3.500 petugas tenaga kesehatan dan untuk 2 kali dosis,” ujar Ekki.

Lebih lanjut, Ekki menyebut di Kabupaten Sumedang petugas tenaga kesehatan yang terdata jumlahnya 4.421 dan tahap pertama ini kita baru mendapat jatah untuk 3.500 orang petugas kesehatan.

“Setelah kembali dilakukan regiatrasi ulang jumlah yang akan divaksin totalnya sekitar 3.050 dan masih ada stok sekira 1.700 vaksin dan itu disimpan digudang penyimpanan untuk cadangan petugas kesehatan yang belum registrasi,” sebutnya.

Kepala Puskesmas Rawat Inap Tanjungsari, Dr Ceppy mengatakan mendapat jatah vaksin sebanyak 236 dosis dan itu akan dipakai untuk 2 kali dosis.

“Pelaksanaannya dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama mulai hari ini dan tahap kedua dimulai 14 hari kedepan. Kemudian untuk vaksinasi hari ini dibagi menjadi 3 sesi, setiap sesi itu ada 15 orang tenga kesehatan sehingga setiap harinya diperkirakan 45 orang akan di vaksin,” ujar Dr Ceppy kepada radarsumedang.id usai disuntik vaksin, Senin (1/2/21).

Kemudian, untuk tenaga kesehatan maupun masyarakat umumnya yang boleh di suntik vaksin adalah rentan usia 18-59 tahun. Diluar itu belum diperbolehkan.

“Selanjutnya ada tiga hal yang tidak boleh divaksin diantaranya adalah yang pernah terkonfirmasi positif covid-19, Gejala Ispa ringan hingga berat dan juga wanita hamil,” sebutnya.

Kemudian Kepala Puskesmas Margajaya Titim Adrianingsih menyebut jika pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Margajaya juga berjalan dengan lancar.

“Puskesmas Margajaya mendapat jatah vaksin sebanyak 124 dosis untuk 2 kali dosis. Dan total petugas yang terdata vaksin di Puskesmas ada 56 orang,” sebutnya.

Pembagiannya, kata Titim, Vaksinasi dibagi menjadi dua hari yakni senin dan selasa.

“Untuk hari pertama diundang sebanyak 30 tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Margajaya dan hari kedua yaitu hari selasa sebanyak 26 orang untuk petugas atau tenaga kesehatan dari Puskesmas Margajaya dan Klinik Swasta yang ada di wilayah Puskesmas Margajaya,” tandasnya. (Isl)