Ratusan Rumah di Ujungjaya Diterjang Banjir Bandang

oleh -
Tampak warga saat membersihkan rumah akibat diterjang Banjir Bandang

RADARSUMEDANG.ID, UJUNGJAYA – Akibat diguyur hujan sejak Sabtu (7/2/2021) pagi, ratusan rumah warga di Desa Ujungjaya Kecamatan Ujungjaya diterjang banjir bandang, Minggu (8/2/2021) malam. Banjir dari luapan Sungai Cipelang dan Cijambe, sehingga lumpur dan air memasuki rumah warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang, Ayi Rusmana mengatakan sebanyak 255 KK, 700 jiwa di Desa Ujungjaya terdampak banjir bandang tersebut. Jumlah tersebut tersebar di Dusun Leuwiawi dan Dusun Nanjungjaya dari mulai RT 1 hingga RT 4 RW 7.

“Yang paling parah di Desa Ujungjaya. Di desa lain yang tersebar di Kecamatan Ujungjaya ada yang terdampak banjir, totalnya ada 6 desa, kami masih melakukan pendataan untuk di desa yang lain, walaupun tidak separah disini,” kata Ayi, di lokasi banjir, Senin (8/2/2021).

Untuk sementara ini, kata Ayi pihaknya masih fokus membantu pembersihan 170 rumah warga yang diterjang banjir bandang tersebut. Rumah warga banyak dipenuhi lumpur, sampai merusak perabotan rumah tangga maupun barang elektronik.

“Sekarang banjirnya sudah surut, untuk saat ini masih tahap pembersihan karena kondisinya belum normal,” kata Ayi.

Menurutnya, banjir tersebut akibat curah hujan yang cukup tinggi dan durasi yang cukup lama, hingga menyebabkan Sungai Cipelang meluap akibat terjadi penyempitan saluran air.
“Akhirnya air naik, dan meluap ke rumah warga,” ucapnya.

Ia mengatakan, banjir yang terjadi di Desa Ujungjaya itu merendam rumah warga dengan ketinggian 1,5 meter, sedangkan untuk di desa yang lain ketinggian airnya hanya 50 hingga 80 sentimeter.

Lebih jauh Ayi mengatakan, akibat intensitas hujan yang tinggi, delapan wilayah kecamatan di Sumedang dilanda bencana, mulai dari longsor, banjir, hingga pohon tumbang.

“Ada beberapa titik di Kabupaten Sumedang, karena intensitas hujan yang sangat tinggi dan durasinya lama, ada sekitar delapan titik kecamatan,” katanya.

Ia menggambarkan, banjir menerjang di Kecamatan Tomo dan Ujungjaya, pohon tumbang di Paseh, Tanjungkerta, Cimanggung Cimalaka, serta retakan tanag di Sumedang Utara.

“Ini titik yang kami antisipasi karena adanya hujan yang sangat lama,” ujarnya.

Salah seorang warga Leuwiawi, Widia Nurdiansyah (40) menuturkan, banjir bandang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu cuaca sedang hujan deras, dan tiba-tiba air sudah ada di teras rumahnya.

“Kejadiannya sangat cepat, air naiknya sangat cepat, sampai kami tidak bisa menyelamatkan barang-barang, semuanya rusak termasuk barang elektronik, nggak ada yang tersisa, hanya menyelamatkan diri masing-masing,” ujarnya.

Ia menyebutkan, proyek Jalan Tol Cisumdawu diperkirakan menyebabkan aliran Sungai Cijambe dan Cipelang mengalami penyempitan, kondisi itu menyebabkan banjir ke permukiman warga.

“Ya mungkin dampak (pembangunan Tol Cisumdawu) itu, karena air turun dari situ, yang ada beko, ada bekasnya itu,” tuturnya.(gun)