Minim Pemeliharaan, Bangunan dan Lahan BLK Terbengkalai

oleh -

Sumedang – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Sumedang merupakan aset Pemerintah Daerah yang sangat potensial.

Areal seluas 2 hektar ini merupakan tempat bagi masyarakat yang ingin mengasah kemampuan dirinya sebagai generasi yang siap bekerja dan berwiraswasta.

Namun ternyata selama 10 tahun banyak bangunan-bangunan yang terbengkalai akibat minimnya biaya pemeliharaan.

Meski ada beberapa bangunan yang telah direnovasi sedemikian rupa, namun pihak Dinas Ketenegakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) tak menutup mata bahwa aset Pemerintah Daerah ini minim pemeliharaan.

Pasalnya berdasarkan pantauan Radar Sumedang di lapangan, masih banyak bangunan berupa rumah dinas (bagi pegawai Disnakertrans Kab. Sumedang) yang rusak berat bak kota mati.

Selain itu asrama pelatihan kerja yang dibangun kondisinya juga cukup memperihatinkan. Tak heran warga sekitar yang rumahnya berdekatan dengan areal BLK enggan berkunjung karena suasananya yang kurang terawat.

Dikonfirmasi, Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumedang, Asep Sudrajat membenarkan akan hal itu.

Dirinya mengaku prihatin dengan kondisi beberapa bangunan di BLK yang minim pemeliharaan, sehingga di awal tahun 2021 ini dirinya berinisiatif untuk menata bangunan-bangunan yang rusak berat itu dengan sokongan dana dari Pemerintah Daerah dan swadaya.

“Berdasarkan hasil kunjungan dari Bagian Pengelolaan Barang Daerah (PBD) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang, BLK ini merupakan aset yang potensial untuk dijadikan tempat pelatihan baik untuk PNS maupun diluar PNS,” kata Asep Sudrajat saat ditemui Radar Sumedang di UPTD BLK Sumedang, Dusun Rancapurut, Desa Rancamulya, Kecamatan Sumedang Utara, Selasa (9/2).

Padahal kata dia, fasilitas dan peralatan dinilai cukup mumpuni. Termasuk dalam hal ini tahun 2021, pihaknya telah merancang Detail Engineering Desain (DED) untuk penataan areal BLK Sumedang.

“Sekarang kami sedang berupaya bagaimana BLK ini menarik untuk dijadikan lokasi pelatihan yang bersih dan indah. Karena kita juga dapat anggaran untuk merehab rumah dinas, walaupun anggarannya kecil kita paksakan dengan kualitas yang bagus. Akan tetapi untuk penataan halaman, bisa lah dengan keswadayaan tenaga dan bahan-bahan yang ada kita maksimalkan,” ujarnya. (jim)