Ada Delapan Aturan Baru Untuk Perayaan Hajatan di Masa PPKM

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Aliansi Penyelenggara Pernikahan Sumedang (APPS) menyatakan bahwa ada beberapa aturan baru yang harus di perhatikan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di acara event pernikahan.

Menurut Ketua APPS, Wok Bachman, aturan baru ini memungkinkan, penyelenggaraan resepsi pernikahan harus betul-betul menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu, setiap vendor juga harus berkoordinasi dengan TNI/Polri yang ada di Kelurahan dan Desanya masing-masing supaya bisa melindungi dan mengarahkan masyarakat.

Pasalnya jika berkaca di beberapa kejadian resepsi pernikahan di Sumedang, ada beberapa yang berakhir dengan sanksi pembubaran akibat melanggar aturan terutama berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan dan satgas Covid-19 yang kurang optimal.

“Alhamdulillah hari ini kami telah mengeluarkan beberapa rekomendasi mengenai teknis acara akad dan resepsi. Kami mengundang para vendor pernikahan (WO) se-kabupaten Sumedang supaya bisa memahami akan kondisi ini,” kata Wok Bachman kepada Radar Sumedang, Senin (15/2).

Adapun kata dia, sedikitnya ada 8 poin rekomendasi teknis yang telah dibuat pasca pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Sumedang saat ini.

Pertama, kapasitas gedung atau tempat resepsi yang mengisyaratkan jarak antara kursi 0.75 meter sama dengan 1 kursi. Minimal tersedia 150 kursi untuk 750 tamu undangan di area minimal 200 m2;

Selain itu, pihak vendor juga mesti menyediakan area waiting list (kursi antrian) dengan kapasitas 50 kursi yang dibagi 3 sesi. Sesi pertama jam 11.00 – 12.00 WIB, sesi kedua jam 12.00-13.00 WIB, sesi ketiga jam 13.00-14.00 WIB;

Kedua, tersedianya tempat cuci tangan yang memungkinkan untuk tamu undangan diatas 500 orang wajib menyediakan 2 tempat cuci tangan;

Ketiga, soal penggunaan wajib memakai masker. Setiap Tamu yang hadir wajib untuk memakai masker dan panitia juga wajib memfasilitasi masker cadangan bagi tamu yang tidak memakai masker;

Keempat, tidak ada kontak fisik saat registrasi kedatangan tamu undangan. Terlebih registrasi tamu undangan dilakukan oleh penerima tamu.

Termasuk dalam hal ini, tamu undangan tidak melakukan salaman kepada mempelai atau keluarga lainnya;

Kelima, layanan catering yang memungkinkan prasmanan dilayani hanya untuk Nasi dan Sayur. Sedangkan untuk menu yang lainnya mengambil dengan
menggunakan sendok sendiri, dan setiap tamu akan diberikan sarung tangan.

Keenam, vendor wajib memiliki petugas pengurai kerumunan untuk selalu mengingatkan dan mengurai apabila terjadi kerumunan di area tamu undangan;

Ketujuh, tidak diperbolehkan untuk berjoged ketika hiburan berlangsung demi mencegah terjadinya kerumunan;

Sementara Poin terkahir yaitu,
MC yang bertugas pada sat acara resepsi berlangsung wajib mengingatkan tentang prokes setiap 10 menit sekali.

“Jadi memang perlu kami sampaikan bahwa rekomendasi aturan ini telah sesuai dengan instruksi Mendagri yang baru. Alhamdulillah dari pihak vendor juga sudah peduli dengan penerapan protokol kesehatan. Karena para vendor juga sebetulnya enggak mau kalau acaranya dibubarin sama petugas,” jelasnya. (jim)