Viral Pasutri Terlantar dan Tinggal Disaung, Ternyata Begini Ceritanya

oleh -

RADARSUMEDANG.ID, RANCAKALONG – Pasangan suami istri (pasutri), Iin Suhana (71) dan Sukarsih (55) mendadak viral setelah sebuah postingan di media sosial Facebook menyebut mereka terlantar, hingga terpaksa tinggal di sebuah saung kecil di Dusun Panyindangan RT 04 RW 03 Desa Sukamaju Kecamatan Rancakalong.

Iin dan Sukarsih diketahui merupakan warga Dusun Kebonkopi, RT 04 RW 06, Desa Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara. Dalam unggahan di Facebook, keduanya disebut menghuni sebuah saung kecil di area pesawahan, dan sangat perlu bantuan pemerintah.

Pantauan di lapangan, saung yang ditempati keduanya hanya terbuat dari kayu bekas, berdinding bilik. Didalamnya terdapat sebuah tepat tidur kecil. Kemudian juga beberapa perabot dapur serta pakaian yang tergantung.

Saat ditemui Radar Sumedang, Sukarsih mengaku ia dan suaminya tinggal bersama di rumah anaknya di Kebonkopi.
“Jadi bukan tinggal di sini (saung), tidur di sini kalau hanya hujan saja. Jadi tidak pulang dulu karena rumah anak saya jauh, dan jalannya juga terjal,” katanya.

Ia menuturkan, saung hanya digunakan untuk tempat beristirahat dan berteduh saja. Sebab sehari harinya mereka menggarap sawah adiknya. Iin dan Sukarsih tinggal di rumah anaknya karena mereka tidak punya rumah.
“Saya kan ngurus sawah punya adik, jadi kalau istirahat ya di saung saja,” ujarnya.

Ia mengatakan, dirinya malas pulang karena jarak dari saung ke rumah anaknya sekitar 3 kilometer dan harus melewati perkebunan supaya jaraknya lebih dekat.

“Kalau hujan jalannya licin, tapi kalau rumah benar tidak punya, saya tinggal di rumah anak,” katanya.

Sukarsih juga membantah, bahwa dirinya terlantar hingga harus tinggal di saung tersebut karena saat diam di area sawah itu, dirinya bisa mendapatkan uang, selain menggarap sawah milik adiknya itu.

“Selain menggarap sawah, saya disini juga suka ada yang nyuruh membersihkan rumput liar, dikasih uang Rp 50 ribu dari pagi hingga dzuhur,” ucap Sukarsih.

Sementara itu, menantu Sukarsih, Ai Kurnia (45), juga memastikan informasi yang beredar di sosial media yang menyebutkan, bahwa Sukarsih tinggal di saung itu memang tidak benar. Menurutnya informasi di media sosial itu tidak melalui konformasi pihak keluarga terlebih dulu.

“Kalau tidak punya rumah memang benar, tapi saya tidak pernah mengusir, pernyataan itu juga tidak benar,” katanya.

Setelah orangtuanya viral di sosial media, Ai meminta agar orang yang memposting foto Iin dan Sukarsih untuk bertanggungjawab karena sudah merugikan keluarganya.

“Itu yang memposting sembarangan, tidak bilang dulu. Gak tahu apa-apa malah memposting, harusnya bilang dulu ke anaknya,” ucapnya.

Kepala Desa Sukamaju, Lukman Hakim juga menegaskan, Iin dan Sukarsih tidak tinggal menetap di saung tersebut, melainkan menggunakan saung hanya untuk berteduh saat keduanya bekerja menggarap sawah.

“Memang betul tinggal di saung, tapi bukan untuk selamanya. Mereka ini warga Margamukti, Kecamatan Sumedang Utara, disini cuma numpang tinggal saja,” katanya.

Namun, pihaknya mempersilakan jika pasutri ini ingin tinggal di daerah Desa Sukamaju. Dengan catatan status kependudukannya harus diubah dulu, agar pihak Desa Sukamaju bisa memberikan bantuan.

“Nanti kami akan lebih memperhatikan beliau untuk masalah bantuan-bantuan sosial walaupun harus diajukan DTKS ke tingkat kabupaten,” kata Lukman.

Selain itu, pihaknya juga akan memperhatikan masalah kesehatan pasutri tersebut jika mereka sudah resmi menjadi warga Desa Sukamaju. Atas hal tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak dari Desa Margamukti untuk membahas pasutri yang mendadak viral itu.
“Kalau sekarang kepindahannya belum diurus, masih warga Desa Margamukti,” ucapnya. (gun)