Dede dan Ali Merasa Senang Bisa Jadi Peserta JKN-KIS

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – BPJS Kesehatan yang direkrut dengan tujuan untuk membantu BPJS Kesehatan dalam mengumpulkan iuran, melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi serta membantu proses pendaftaran menjadi peserta JKN-KIS dengan mekanisme yang telah ditetapkan sesuai dengan prosedur pendaftaran.

Dede Sumarno (30) dan Ali Sodikin (20), 2 orang masing-masing bekerja sebagai Office Boy (OB) di Mall Pelayanan Publik (MPP) di Kabupaten Sumedang ini menyampaikan rasa bahagianya telah bergabung menjadi Peserta Jaminan Kesehata Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Walaupun mereka belum pernah menggunakan kartu kepesertaannya untuk mengakses layanan kesehatan, ia mengaku tetap rutin membayarkan iurannya untuk saling membantu peserta lainnya yang membutuhkan mendapatkan layanan kesehatan.

“Awal mula saya menjadi Peserta JKN/KIS setelah UMK keluar dan di potong tiap bulanya 5%, 4% dari Perusahaan 1% oleh Peserta sesuai Perpres 82 tahun 2020. Mereka mengharapkan jangan sampai sakit karena sakit itu mahal, tidak sebanding dengan yang di keluarkan atau dipotong, bayangkan aja kalau di rawat di Rumah Sakit berapa biaya yang harus keluarkan, kalau tidak memakai BPJS, Alhamdulillah tak sedikit yang pada akhirnya masyarakat dan peserta yang menyadari pentingnya,” ujar Dede, Jumat (05/02).

Ia mengungkapkan awalnya belum memahami apa saja keuntungan yang bisa didapatkan setelah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Namun, seiring berjalannya waktu, ia bisa memahami hak dan kewajibannya sebagai peserta JKN-KIS.

“Saya sangat bersyukur karena terbantu oleh Program JKN-KIS, sekarang ini biaya berobat mahal, bahkan sangat terasa mahal, apalagi bagi saya sendiri, sebagai Opis Boy. Awalnya saya kurang memahami hak dan kewajiban sebagai peserta JKN-KIS, tapi seiring berjalannya waktu saya sudah memahami hak dan kewajiban menjadi peserta JKN-KIS. Tidak ada yang tahu kapan sakit akan datang, oleh karena itu perlu adanya jaminan kesehatan untuk melindungi kita dari ketidakpastian biaya pelayanan kesehatan,” tambah Dede.

Di akhir pertemuannya, Dede mengatakan bahwa Program JKN-KIS ini sangat besar manfaatnya. Sehingga ia berharap program ini dapat terus berlangsung dengan diiringi perbaikan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mengharapkan fasilitas kesehatan selaku penyedia layanan kesehatan agar selalu mengutamakan kepentingan peserta dan selalu memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik.(isl/rls).