Ada 41 Reka Adegan Dalam Kasus Pembunuhan Kelompok Motor di Cimanggung

oleh -
Pelaku memperagakan 41 Reka adegan dalam pembunuhan kelompok motor di Cimanggung

RADARSUMEDANG.ID – Satuan Reserse Kriminal Polres Sumedang menggelar rekontruksi kasus pembunuhan salah satu anggota kelompok motor yang terjadi di Jalan Raya Cimanggung Desa Sindangpakuwon Kecamatan Cimanggung, 15 Januari 2021 lalu.

Rekontruksi digelar di lapangan olahraga Mapolres Sumedang, Senin (22/2). Dalam rekontruksi itu diperagakan sebanyak 41 adegan oleh empat orang tersangka yakni W alias Black, AR alias Tile, DS alias Komeng, dan N Alias Ute, serta sejumlah saksi.

Dalam reka adegan itu terlihat bahwa kejadian bermula saat salah satu kelompok motor sedang melakukan aksi galang dana untuk membantu korban longsor Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung. Kemudian, korban Karta Gunawan bersama kelompoknya datang ke lokasi, terjadi senggolan, hingga terjadi keributan dua kelompok tersebut.

Saat terjadi keributan, korban memukul kepala perempuan bernama Milah Shintawati, yang merupakan anggota kelompok motor yang sedang melakukan penggalangan dana, dengan menggunakan helm hingga perempuan itu langsung terjatuh. Korban kemudian melindas kaki Milah menggunakan sepeda motornya, sebanyak dua kali.

Mengetahui kejadian itu, tersangka Tile memukul korban dengan air soft gun. Kemudian Black langsung mengambil sebilah pisau dari salah satu temannya, dan langsung menusukan pisau tersebut ke dada kanan korban. Kemudian DS Komeng, dan Ute memukul korban dengan tangan satu kali.

Meski sempat dibawa di ke rumah sakit, namun korban dinyatakan meninggal dunia.

“Hari ini kami laksanakan rekontruksi perkara pembunuhan yang terjadi di wilayah Cimanggung, dan tadi dilaksanakan rekontruksi sebanyak 41 adegan,” kata Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Yanto Slamet.

Kasat mengatakan, keributan yang menyebabkan kematian itu dilatarbelakangi oleh rasa ego kedua kelompok tersebut.
“Untuk motif yaitu perkara yang di Cimanggung itu karena egois saja dari tersangka, ingin menunjukan diri bahwa mereka menguasai daerah itu,” ucapnya.

Usai rekontruksi, kata Yanto, berkas perkara yang sudah selesai di kepolisian akan dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri.
“Para tersangka dijerat Pasal 338 KUH Pidana dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” ucapnya. (gun)