TPA di Cibeureum Harus Segera Direvitalisasi

oleh -

RADARSUMEDANG.ID, CIMALAKA – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cibeureum di Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, dinilai sudah overload atau melebihi kapasitas.

Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang, TPA seluas 11 hektar itu rata-rata menampung 345 ton sampah per hari yang dihasilkan dari 1.152.400 jiwa penduduk di 26 kecamatan di Kabupaten Sumedang.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, DLHK Kabupaten Sumedang, Tatang Muchidin, mengatakan, karena TPA Cibeureum sudah overload, maka sudah seharusnya direvitalisasi.

“Sekarang juga sudah terjadi pembakaran sampah oleh para pemulung, tapi kita biarkan saja daripada (menumpuk) karena sudah tidak ada solusi,” kata Tatang, Selasa (23/2).

Dikatakan, di TPA Cibeureum juga penanganan sampahnya masih menggunakan metode open dumping atau ditimbun hingga terjadi pembakaran sampah yang masif.

“Jadi secara lingkungan, penanganannya dibawa standar atau tidak sesuai dengan standar,” ucapnya.

Padahal, kata Tatang, pembakaran sampah di TPA tersebut seharusnya tidak boleh dilakukan, sehingga satu-satunya solusi, harus direvitalisasi dan harus segera menyediakan TPA yang baru.

Lebih jauh Tatang mengatakan, terkait revitalisasi TPA Cibeureum, sebetulnya sudah ada penggantinya yakni TPA Cijeruk di Kecamatan Pamulihan. Namun, hingga saat ini TPA yang dibangun pada tahun 2018 tersebut masih belum bisa digunakan.

“Kami sekarang belum bisa melakukan revitalisasi (TPA Cibeureum) karena TPA Cijeruk belum jalan,” kata Tatang.

Menurutnya, revitalisasi TPA Cibeureum itu sudah seharusnya dilakukan karena lokasinya sudah tidak bisa menampumg sampah yang rata-ratanya satu orang penduduk di Sumedang menghasilkan sampah 0,3 kilogram per hari.

“Jadi, sebanyak 1.152.400 jiwa penduduk dikalikan 0,3 kilogram sampah, maka timbulah sampah ada 345 ton per hari,” ujarnya. (gun)