Terancam Abrasi Waduk Jatigede, Warga Pasirkanaga Minta Lahan dan Rumahnya Dibebaskan

oleh -
DOKUMEN : Wilayah pemukiman Pasirkanangan Desa Tarunajaya terendam air Waduk Jatigede, saat ketinggian muka air waduk mencapai 260 mdpl tahun lalu.

RADARSUMEDANG.ID, DARMARAJA – Sebanyak 32 KK yang tinggal di blok Pasirkanaga, Desa Tarunajaya, Kecamatan Darmaraja mendesak pihak BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cimanuk Cisanggarung dan Satker Waduk Jatigede segera membebaskan lahan dan bangunan rumah mereka dari wilayah tersebut.

Pasalnya keberadaan rumah warga di Pasirkanaga terancam abrasi pesisir waduk. Bahkan sejumlah rumah milik warga, sempat tergenang ketika tinggi muka air (TMA) waduk berada pada posisi 260 mdpl pada tahun lalu.

Tokoh masyarakat setempat, Suharyana (52) mengatakan, blok Pasirkanaga merupakan pemukiman baru warga eks genangan Jatigede asal Desa Cibogo yang dibangun sekitar tahun 2015.
Lahan pemukiman merupakan lahan milik warga. Namun belakangan setelah banyak rumah warga berdiri, ternyata lahan pemukiman tersebut berada di elevasi sekitar 260 mdpl hingga 262,5 mdpl. Dimana elevasi tersebut merupakan zona green belt (sabuk hijau) yang seharusnya dibebaskan.

“Sebelum dibangun pemukiman, kami tidak tahu lahan kami berada di elevasi berapa. Kami tahu setelah air waduk dalam kondisi penuh (260 mdpl), ternyata ada beberapa rumah yang pekarangannya terendam. Dari situlah kami tahu bahwa blok Pasirkanaga memang seharusnya dibebaskan karena masuk kawasan sabuk hijau,” kata Suharyana, Kamis (25/2).

Ia mengatakan, lahan blok Pasirkanaga memang milik warga dan belum dibebaskan oleh pihak Satker atau BBWS. Padahal sebagaimana diketahui, pihak satker membebaskan lahan hingga posisi 262,5 mdpl. Dimana, pada elevasi 260 mdpl merupakan puncak tinggi muka air waduk dan dari elevasi 260 mdpl hingga 262,5 mdpl untuk kawasan sabuk hijau.

“Kalau daerah lain ya memang sudah dibebaskan (lahannya) hingga elevasi 262, 5 mdpl. Maka kami juga meminta untuk dibebaskan agar kami mencari lahan yang lebih aman dan tidak terancam terendam atau abrasi,” katanya.

Sepengetahuannya, pihak desa telah mengajukan keinginan warga blok Pasirkanaga ke pihak-pihak terkait. Bahkan beberapa bulan lalu telah dilakukan peninjauan oleh pihak satker ke lapangan.

“Kami berharap keinginan warga ditindak lanjuti dengan cepat. Apalagi saat ini air waduk terus naik. Kalau air sampai diketinggian 260 mdpl ya ada beberapa rumah yang terendam lagi,” ujarnya. (gun)