Warga Terdampak Longsor di Zona Merah Berharap Segera Miliki Rumah Baru

oleh -
Warga Babakan Kondang yang berada di zona merah meminta kepada Pemerintah Daerah agar segera menindaklanjuti hunian permanen yang lebih nyaman dan layak.

RADARSUMEDANG.ID – Warga Babakan Kondang yang berada di zona merah meminta kepada Pemerintah Daerah agar segera menindaklanjuti hunian permanen yang lebih nyaman dan layak.

Itu dikatakan salah seorang warga yang rumahnya terdampak longsor Cimanggung saat menerima penghargaan atas pengorbanannya merelakan rumah untuk akses evakuasi korban di sela apel pagi gabungan di lapangan upacara IPP Setda, Senin (1/3).

“Kami berharap kepada pemerintah jangan nunggu yang zona merah semua. Karena sampai saat ini belum ada kepastian kami akan tinggal dimana,” kata salah seorang warga Babakan Kondang yang rumahnya terdampak longsor, Ade (55) didampingi suaminya.

Adapun saat ini dirinya bersama suaminya ngontrak. Itupun dengan uang yang diberikan pemerintah senilai Rp. 500 ribu per bulan.

Lebih lagi saat ini dirinya bersama sang suami kehilangan mata pencaharian. Sebab semula dirinya mempunyai warung kecil-kecilan. Meski sebelumnya per hari Jum’at sebelum terjadinya longsor, Ade mendapat cukup uang dari beberapa orang yang mempunyai hutang.

“Sekarang saya ngontrak sama suami, jadi tidak menentu lah seperti mengungsi. Kalau memang sekarang ada (rumah pengganti. Red) harus jelas atau harus ada musyawarah, tapi kan ini belum ada,” ujarnya.

Alhasil dirinya berharap didahulukan relokasinya, kendati hak yang menimpanya merupakan musibah. Kemudian karena alasan kemanusiaan rumahnya rela dibongkar guna mempercepat akses evakuasi korban yang tertimbun.

“Katanya mau diganti rumahnya, tapi sampai sekarang belum ada. Adapun sekarang cuman dikasih penghargaan. Minimal ada lah untuk kebutuhan sehari-hari, karena sekarang saya dan bapak enggak ada pemasukan karena udah enggak punya warung,” harapnya.

“Harapan saya ke depannya saya direlokasi di tempat yang aman. Saya juga meminta ke BMKG untuk memastikan jika tempat relokasi yang baru tidak rawan longsor,” tambahanya.

Sementara, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang Iwan Hermawan menerangkan, ada lima rumah yang dirobohkan berada di Zona Merah dan para pemiliknya merelakan untuk kelancaran proses evakuasi.

“Kelimanya atas nama Kiayi Totoh Gozali, Bapak Endang, Bapak Hadi, Ibu Hadi dan Nurjanah Anita Santi yang semuanya warga Bojong Kondang Desa Cihanjuang. Semuanya dirobohkan untuk kemudahan proses evakuasi korban bencana tanah longsor,” terang Iwan.

Disinggung mengenai kejelasan penggantian bangunan rumah ke lima warga, Iwan memastikan akan direlokasi sebagaimana regulasi yang ditentukan oleh pemerintah.

Pasalnya akan ada bagian dari relokasi atas warga terdampak yang akan dilakukan bersama. “Sampai saat ini kita belum bisa menetapkan relokasinya dimana dan kapan pelaksanaannya,” sebut Iwan.

Disamping itu pula, pemberian penghargaan tersebut, menurut Iwan, merupakan bagian dari apresiasi pemerintah dalam hal ini Bupati Sumedang kepada warga yang mengorbankan tempat tinggalnya untuk kepentingan bersama.

“Kelima orang warga ini sudah merelakan lebih awal rumahnya untuk dirobohkan untuk akses alat berat dalam evakuasi, sehingga berjalan lancar sesuai batas waktu dan semua korban meninggal berhasil ditemukan,” tuturnya.

Sedangkan, terkait dengan penetapan status Transisi Darurat Pemulihan, Iwan memastikan tidak ada lagi pengungsi atau pun tempat-tempat pengungsian.

“Jadi kita pastikan status warga terdampak yang awalnya pengungsi naik statusnya. Minimal kalau pun belum mempunyai hunian tetap, mereka akan ada di hunian sementara,” katanya.

Adapun sambung Iwan, setidaknya ada dua opsi hunian sementara yakni Rumah Susun (Rusun) yang berada di Rancaekek hasil kerja sama dengan Dinas Perkim Provinsi Jawa Barat, dan Dana Tunggu Hunian (DTH).

“DTH ini merupakan dana yang kita berikan kepada mereka untuk mencari secara mandiri hunian sementaranya. Kami berikan dana sebesar 500 ribu per KK setiap bulan,” imbuh Iwan.

Lebih lanjut dijelaskan Iwan, pihaknya akan memastikan selama status transisi tidak ada warga terdampak yang masih di tempat pengungsian ataupun menempati Zona Merah.

“Sebelum hunian tetap ada, kita pastikan mereka ada di hunian sementara yang aman dan layak. Ini yang kemudian menjadi bagian transisi sebelum mereka memperoleh hunian tetap,” jelas Iwan.

Terakhir tutup Iwan, kebutuhan dasar warga terdampak menjadi tanggung jawab pemerintah dimana distribusi logistik dilakukan dengan skala waktu yakni satu minggu sekali untuk kebutuhan dasar.

“Kebutuhan dasar kesehatan juga menjadi tanggung jawab pemerintah. Jika ada warga yang sakit dan perlu pengobatan, mereka tinggal menghubungi koordinatornya, baik itu BPBD maupun unsur kecamatan. Nanti akan ada petugas kesehatan yang datang,” tutup Iwan.

Senada Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menerangkan, penghargaan ini sebagai rasa terima kasih Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang kepada warga yang dengan sukarela rumahnya di bongkar, demi memudahkan alat berat saat proses evakuasi korban longsor Cimanggung.

“Atas kesediaan mereka memberikan rumahnya, yang tidak terkena longsor untuk dibongkar sebagai akses alat berat masuk ke lokasi bencana, kami sepenuhnya berterima kasih. Penghargaan dan uang kadeudueh yang kami berikan, memang tidak sebanding dengan keikhlasan mereka membantu atas dasar rasa kemanusiaan dan sosial,” terang Dony.

Ia pun sedikit menceritakan bagaimana kronologis proses evakuasi yang dilakukan oleh Basarnas mendapatkan kendala karena alat berat tidak bisa masuk ke lokasi longsor.

Kepala Basarnas kemudian menyampaikan solusi dan ditanggapi oleh 2 orang warga yang ikhlas rumahnya dibongkar dengan perantara pemerintah Kabupaten Sumedang.

Namun, setelah 2 rumah di bongkar ternyata masih juga belum optimal. Meski sudah ada perkembangan berarti dengan ditemukannya beberapa korban.

Dalam rangka optimalisasi hingga akhirnya ada 3 rumah lagi yang dibongkar. Pada akhirnya semua korban hilang ditemukan jasadnya.

“Barang siapa yang memudahkan urusan orang lain, Maka Allah akan memudahkan urusannya. Insya Allah Ke-5 warga ini sudah memberikan kemudahan kepada Pemerintah dan Basarnas. Sehingga wajar jika Kami memberikan apresiasi ini,” tambah Bupati.

Selain penghargaan dan uang Kadeudeuh, Bupati menjanjikan rumah pengganti yang nilainya sama dengan rumah yang hancur lainnya seperti yang terkena dampak.

“Seperti yang terkena dampak, mereka akan diberikan rumah pengganti oleh Pemerintah. Doakan prosesnya lancar ya,” ucapnya.

Sebagai informasi, setidaknya ada 45 rumah dalam kondisi utuh yang berada di zona merah. Sedangkan 7 rumah lainnya kondisinya dalam keadaan hancur. (jim)