Sungai Cibeusi Meluap, Belasan Rumah di Jatinangor Sempat Terendam

oleh -

RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR – Akibat hujan deras disertai meluapnya sungai Cibeusi, jalan protokol Ir. Soekarna tepatnya depan Pom Bensin Puri Khatulistiwa terendam banjir dadakan dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter dan mengakibatkan arus lalu lintas menjadi terhambat.

Selain meredam jalan raya Nasional, air disertai lumpur juga merendam rumah penduduk di Desa Cibeusi dan Desa Cipacing terutama yang rumahnya berada di sekitar bantaran sungai Cibeusi.

Camat Jatinangor Herry Dewantara melalui Kasi Trantib Jatinangor Endang Sukayat mengatakan rumah warga yang terendam
air dan lumpur ketinggian mencapai 30 sentimeter dipicu akibat hujan deras sekitar pukul 15.00 wib mengakibatkan sungai Cibeusi meluap.

“Disamping Desa Cibeusi juga luapan air dan lumpur menggenangi rumah warga di Dsn Ciawi RT 1 dan RT 2 RW 1 Desa Cikeruh, kurang lebih 14 KK rumah terendam air dan lumpur dengan ketinggian air 40 sentimeter,” ucapnya kepada Radar Sumedang. Kamis (04/03).

Endang mengaku, Banjir yang terjadi di Desa Cipacing tepatnya di RT 1 RW 4 yang berada disekitar bantaran sungai Cibeusi batas Desa Cipacing dengan Kab Bandung.

“Setelah meninjau lokasi banjir, kami arahkan untuk di Dsn Ciawi Desa Cikeruh warga diarahkan untuk mengamankan barang-barang berharga dan dilakukan pendataan yang terdampak luapan air,” tambahnya.

Setelah hujan reda dan air mulai surut, kata ia, pihaknya berkoordinasi dengan pihak pengelola Tol di Desa Cibeusi (PT Adikarya) agar dilakukan pengerukan lumpur dan pembersihan disepanjang Jl. Protokol Ir Soekarno.

“Sekitar 16.45 WIB akses jalan protokol Ir normal kembali dsn arus lalu lintas berfungsi sebagaimana mestinya, sebagai bahan kajian luapan air tersebut diakibatkan tersumbatnya drainase dan debit air yang masuk ke sungai Cibeusi cukup tinggi sehingga meluap dan merendam beberapa rumah disepanjang bantaran sungai Cibeusi dan menyambung ke wilayah Desa Cipacing,” ucapnya.

Endang mengaku, camat Jatinangor
menginstruksikan Kepala Desa Cibeusi, Desa Cipacing dan Kepala Desa Cikeruh untuk melakukan cros cek kembali dan pendataan warga yang terdampak. Selanjutnya akan diberikan bantuan bagi terdampak dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk penangan lebih lanjut. (tha).Akibat Drainase Jalan Ir. Soekarno Sempat Tergenang Air

JATINANGOR – Akibat hujan deras disertai meluapnya sungai Cibeusi, jalan protokol Ir. Soekarna tepatnya depan Pom Bensin Puri Khatulistiwa terendam banjir dadakan dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter dan mengakibatkan arus lalu lintas menjadi terhambat.

Selain meredam jalan raya Nasional, air disertai lumpur juga merendam rumah penduduk di Desa Cibeusi dan Desa Cipacing terutama yang rumahnya berada di sekitar bantaran sungai Cibeusi.

Camat Jatinangor Herry Dewantara melalui Kasi Trantib Jatinangor Endang Sukayat mengatakan rumah warga yang terendam
air dan lumpur ketinggian mencapai 30 sentimeter dipicu akibat hujan deras sekitar pukul 15.00 wib mengakibatkan sungai Cibeusi meluap.

“Disamping Desa Cibeusi juga luapan air dan lumpur menggenangi rumah warga di Dsn Ciawi RT 1 dan RT 2 RW 1 Desa Cikeruh, kurang lebih 14 KK rumah terendam air dan lumpur dengan ketinggian air 40 sentimeter,” ucapnya kepada Radar Sumedang. Kamis (04/03).

Endang mengaku, Banjir yang terjadi di Desa Cipacing tepatnya di RT 1 RW 4 yang berada disekitar bantaran sungai Cibeusi batas Desa Cipacing dengan Kab Bandung.

“Setelah meninjau lokasi banjir, kami arahkan untuk di Dsn Ciawi Desa Cikeruh warga diarahkan untuk mengamankan barang-barang berharga dan dilakukan pendataan yang terdampak luapan air,” tambahnya.

Setelah hujan reda dan air mulai surut, kata ia, pihaknya berkoordinasi dengan pihak pengelola Tol di Desa Cibeusi (PT Adikarya) agar dilakukan pengerukan lumpur dan pembersihan disepanjang Jl. Protokol Ir Soekarno.

“Sekitar 16.45 WIB akses jalan protokol Ir normal kembali dsn arus lalu lintas berfungsi sebagaimana mestinya, sebagai bahan kajian luapan air tersebut diakibatkan tersumbatnya drainase dan debit air yang masuk ke sungai Cibeusi cukup tinggi sehingga meluap dan merendam beberapa rumah disepanjang bantaran sungai Cibeusi dan menyambung ke wilayah Desa Cipacing,” ucapnya.

Endang mengaku, camat Jatinangor
menginstruksikan Kepala Desa Cibeusi, Desa Cipacing dan Kepala Desa Cikeruh untuk melakukan cros cek kembali dan pendataan warga yang terdampak. Selanjutnya akan diberikan bantuan bagi terdampak dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang untuk penangan lebih lanjut. (tha).