Persis Sumedang Bentuk Relawan Penanggulangan Bencana

oleh -

RADARSUMEDANG.ID- Bencana alam yang terus terjadi di Sumedang memaksa PD Persatuan Islam (Persis) turun tangan membentuk relawan penanggulangan bencana.

Ketua PD Persis Kabupaten Sumedang Saeful Bahri, M.Pd. dalam kesempatannya mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian ikhtiar dari PD Persis dalam penanganan kebencanaan sebagai bagian masyarakat Kabupaten Sumedang.

“Insyaallah pada waktunya bisa memberikan yang terbaik sebagai bagian kegiatan pemerintah dalam bidang kebencanaan,” kata Saeful Bahri usai menghadiri kegiatan Sigab (Siaga Bencana) di Kampung Ladang, Desa Margalaksana, Kecamatan Sumedang Selatan, Sabtu (6/3).

Dikatakan, basic training tersebut sebagai dasar yang harus dimiliki para relawan dalam menghadapi bencana.

“Bagi kami dan mereka yang terpanggil untuk memberikan bantuan kepada masyarakat itu harus dibekali ilmu. Tentu saja ini ilmu paling dasar,” ucapnya.

Ia berharap ke depannya disiapkan pula ilmu-ilmu tambahan yang lebih kepada kualifikasi ahli tertentu.

“Kemarin pada awal tahun, kami ikut memberikan respons bencana musibah tanah longsor di Cimanggung. Itu yang sebenarnya memberikan kami keinginan kuat untuk melaksanakan basic training tentang siaga bencana ini,” sebutnya.

Oleh karena itu, para relawan Persis diharapkan menjadi energi tambahan untuk pemerintah dalam menghadapi permasalahan terkait bencana.

“Mudah-mudahan ini menjadi energi positif dan sumbangsih bagi pemerintah. Walapun pesertanya lintas umur. Nanti dibagi sesuai dengan kebutuhannya masing-masing,” ujarnya.

Sementara, Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menyambut baik atas langkah kongkrit yang dilakukan PD Persis berkaitan dengan relawan penanggulangan bencana.

Menurutnya hal ini akan menambah energi bagi Pemerintah Daerah dengan menghasilkan relawan-relawan yang tangguh, terlatih dan terampil ketika ada bencana terjadi.

“Kita antisipasi dengan hadirnya relawan-relawan tanggap bencana. Tapi kita berharap tidak ada bencana. Tapi kalaupun ada, kita sudah siap,” tuturnya.

Lanjutnya, prinsip yang terpenting pada kegiatan ini adalah berharap yang terbaik dan mempersiapkan diri kalau ada kejadian yang terburuk.

“Konsep kolaborasi sangat dibutuhkan karena bencana tidak hanya urusan pemerintah, tapi butuh peran serta masyarakat. Persis hadir hari ini sebagai bagian solusi dengan mempersiapkan relawan-relawan yang terlatih untuk menghadapi bencana,” tukasnya.

Tak lupa dirinya juga berpesan setiap materi yang diberikan mesti dicermati dengan baik.

“Pasti banyak manfaatnya, ada hikmahnya. Pasti kita akan mendapatkan sesuatu yang baru, terutama ilmu pengetahuan tentang penanganan bencana. Baik pra bencana, sedang bencana maupun pasca bencana harus seperti apa yang kita lakukan,” tandasnya. (jim)