Dinilai Sudah Tak Layak, TPA Sampah Cibeureum Minta Ditutup

oleh -
IST Reses anggota DPRD Provinsi Jabar Zulkifli Chaniago di Desa Cibeureumkulon, Kecamatan Cimalaka, belum lama ini.

RADARSUMEDANG.ID, CIMALAKA – Keluhan warga seputaran Desa Cibeureumkulon, Kecamatan Cimalaka disampaikan dalam agenda reses anggota DPRD Provinsi Jabar Zulkifli Chaniago, belum lama ini. Di antara aspirasi keluhan warga tersebut meminta agar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah di Cibeureum ditutup lantaran dinilai sudah tidak layak.

Salah seorang warga Totong Gurnita menyampaikan, tumpukan sampah disana sudah melebihi kapasitas dan area TPA Sampah sudah melebar. “Sudah penuh, sehingga tidak layak lagi. Ini mengganggu baik dari pencemaran lingkungan, polusi udara yang kotor,” sebutnya.

Selain itu, Totong juga meminta agar sejumlah lahan eks galian C supaya segera direklamasi oleh aparat terkait. Reses anggota DPRD Provinsi Jabar Zulkifli Chaniago itu berlangsung di GOR kantor Desa Cibeureumkulon yang dihadiri sekitar 50 warga sekitar.

Sementara itu, salah seorang aparat Desa Cibeureumkulon Hendri Novianto mempertanyakan tentang belum muncul kejelasan dari Pemprov Jabar mengenai tindak lanjut bantuan sosial (Bansos) provinsi. Pencairan Bansos provinsi dimulai April 2020 berupa paket sembako dengan nominal Rp 350 ribu ditambah uang tunai Rp 150 ribu, sedangkan terakhir pencairan pada Desember 2020 hanya berupa uang tunai Rp 100 ribu.

Sementara itu warga penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) Kemensos masih tetap berlanjut meskipun semula Rp 600 ribu dan kini menjadi Rp 300 ribu. Demikian pula dengan BLT Dana Desa (DD) masih tetap berlanjut, dengan nominal semula Rp 600 ribu dan kini menjadi Rp 300 ribu.

“Khawatir kami warga penerima Bansos provinsi menjadi resah karena sampai sekarang belum ada kejelasan. Sedangkan warga penerima program dari BST Kemensos dan BLT DD masih tetap berlanjut,” jelasnya. (tri)