Warga Bentangkan Spanduk Penolakan Eksplorasi Geothermal Tampomas

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Spanduk penolakan ekplorasi panas bumi (geothermal) Gunung Tampomas dipasang di beberapa titik di kota Sumedang.

Spanduk itu dipasang diduga sebagai aksi lanjutan dan bentuk solidaritas para warga yang bermukim di sekitar Gunung Tampomas yang menyatakan menolak rencana Kementerian ESDM yang akan mengeksplorasi sumber panas Gunung Tampomas.

Dalam spanduk itu tertulis ‘kami menolak eksplorasi geotermal Tampomas’ tertanda solidaritas warga Tampomas jempling (jejaring masyarakat peduli lingkungan).

Adapun beberapa titik yang dipasangi spanduk diantaranya, di depan kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Sumedang (sudah dicabut Satpol-PP) persimpangan Gunung Kunci, Bundaran Binokasih, dan kantor LVRI (sudah dicabut).

Salah seorang warga Desa Cilangkap Kecamatan Buahdua, Tata membenarkan spanduk tersebut dipasang sebagai aksi lanjutan pasca menghadap ke Ketua DPRD pada Minggu lalu.

“Kami meminta para pemimpin kita supaya mengurungkan niatnya untuk mengeksplorasi Tampomas. Karena di sini di puncak manik ini kan jaraknya ke rumah paling 50 meter. Sedangkan menurut teori itu harus 20 Km dari pemukiman warga,” kata Tata.

Senada tokoh masyarakat Desa Cilangkap, Eme menyebutkan, rencana eksplorasi geotermal Gunung Tampomas telah dimasukkan ke Perda 4 yang tertera dalam pasal 16 dan 17.

“Dimohon kepada para pemimpin di Kabupaten Sumedang dan kepada yang memberi kewenangan mohon dihentikan. Karena titik awal pengeboran tepatnya di kawasan Puncak Manik Desa Cilangkap Buahdua. Sementara titik ini dekat dengan pemukiman warga tanpa hal sepengatahuan warga lokasi pengeboran harus berjarak 20 Km dari titik pengeboran,” sebut Eme.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman meminta warga setempat untuk bersabar dalam memahami apa yang akan dilakukan Pemerintah Pusat.

“Tunggu dulu nanti sama Pa Bupati disampaikan secara detail. Jangan sampai nanti salah paham. Masyarakat enggak usah takut akan kehilangan mata pencaharian,” jawab Herman seraya meminta semua pihak agar mendukung program Sumedang Simpati. (jim)