Dimasa Pandemi Penyalahgunaan Narkoba Semakin Tinggi

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumedang melakukan penanganan untuk mengedukasi pengguna narkoba dengan metode daring, sejak masa pandemi Covid-19.

“Penanganan juga dilakukan melalui medsos dan video yang dikirim ke pengguna narkoba yang memerlukan assesmen,” kata Dokter Assesor Penyalahgunaan Narkoba pada BNNK Sumedang, dr. Rahmatullah Sidiq.

Kemudian, terkait pemberian vaksin terhadap para penyalahguna narkoba yang sudah ditahan, Rahmat menyatakan, semua tahanan narkoba dipastikan dapat vaksin.

“Sampai sejauh ini tahanan narkoba di Sumedang belum ada jadwal di vaksinasi Covid-19. Tapi sudah dipastikan kalau tahanan pasti akan terjadwal seluruh Indonesia,” katanya.

Namun demikian, kata dia, tahanan narkoba biasanya sebelum masuk ke rumah tahanan wajib melaksanakan rapid antigen sesuai prosedur tetap yang harus dilalui semua tersangka yang akan masuk lapas atau rutan.

“Sekarang yang lagi banyak tahanan narkoba meski jumlah saat ini belum tahu pasti karena gabungan dari penyidikan di BNNK dan kepolisian,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan, di masa pandemi tidak menyurutkan pengguna untuk berhenti mengkonsumsi narkoba. Berdasar data dari tim assesor, di masa pandemi justru penyalahgunaan narkoba di Sumedang mengalami peningkatan.

“Tidak terdapat angka yang pasti, terkait kenaikan penyalahgunaan narkoba saat pandemi di Sumedang,” ucapnya.

Tapi adanya kenaikan, bisa merujuk pada jumlah angka penyalahgunaan narkoba sebelum pandemi dan setelah pandemi yang ada di kepolisian ataupun BNNK. Dimana penyalahgunaan narkoba setelah pandemi lebih banyak dibanding sebelum pandemi.

“Yang menarik justru di musim pandemi ini para penggunanya atau penyalahgunaan narkoba maupun pengedar (narkoba) malah tambah banyak,” ujar Rahmatullah

Ia berpandangan, naiknya angka penyalahgunaan narkoba saat pandemi di Sumedang kemungkinan dipicu oleh rasa jenuh yang tinggi karena keterbatasan aktivitas.

“Karena salah satunya di masa pandemi, remaja atau orang dewasa banyak mencari hang out atau jalan kluar. Tak betah di rumah atau suntuk, akhirnya mereka memilih menggunakan narkoba. Ini yang kami dapat dari lapangan dan setelah melakukan assesmen,”katanya.

Ia menggambarkan, jenis narkoba yang banyak digunakan oleh para pengguna saat ini adalah jenis subokson. Jenis ini dipakai dengan cara disuntikan. Namun untuk jenis narkoba yang paling tinggi digunakan pengguna tetap sabu dan ganja.

Jadi jangan kaget ketika pandemi ini bukan menurunkan kejadian tapi malah banyak,” katanya lagi. (gun)