Jembatan Kalapa Dua Untuk Akses Pertanian Warga Ambruk Diterjang Derasnya Arus Sungai

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Jembatan Kalapa Dua di Desa Margamukti Kecamatan Sumedang Utara ambruk diterjang derasnya aliran Sungai Cisugan, Kamis (18/3) sore.

Warga sekitar menuturkan sebelumnya cuaca hujan deras disertai angin kencang menerjang wilayah tersebut, membuat air Sungai Cisugan meluap, hingga membuat pondasi jembatan ambruk, dan menggenang area persawahan.

“Awalnya hujan deras sampai sore nggak berhenti-berhenti. Pas jam 5 (sore) ngontrol ke sini sudah banjir semua,” kata Ade Wahidin (40) warga sekitar, Jumat (19/3) siang.

Dikatakan, pondasi jembatan yang berada di tengah aliran sungai ambruk, diduga karena tidak kuat menahan derasnya aliran air Sungai Cisugan.

“Air kan besar, itu ada kayu ada bambu nabrak pondasi, jadi ambruk itu,” katanya.

Kata Ade, jembatan Kalapa Dua merupakan akses utama pertanian yang menghubungkan tiga desa, yakni Desa Margamukti, Padasuka, dan Mulyasari.

“Ini jembatan sering dipakai warga, kan akses pertanian, yang bawa hasil panen atau pupuk,” kata Ade.

Warga menilai ambruknya jembatan karena konstruksinya yang buruk.

“Ini mah asal-asalan kerjaannya,” ucapnya.

Menurut Kepala Desa Mulyasari, Maman Suparman, ambruknya jembatan sepanjang 28 meter, dan lebar 1,2 meter ini diduga karena ada kesalahan pada kontruksi. Padahal, jembatan baru dibangun pada akhir 2017, dan mulai digunakan pada awal 2018.

“Ya jelas kesalahan konstruksi yang tidak memenuhi standar,” ucapnya.(gun).