Petani Tembakau Jatiroke Tetap Bertahan

oleh -

RADARSUMEDANG.ID, JATINANGOR – Rasa khas tembakau olahan warga di Desa Jatiroke Kecamatan Jatinangor meberikan kesan tersendiri bagi para perokok sejati. Terbukti, meski sudah berukurang petani tembakau disana, tetapi tetap saja ada yang konsisten menanam pohon tembakau itu.

Salah satunya Supriatna, yang sudah puluhan tahun mengolah tembakau dari mulai menanam hingga mengolah sampai jadi. Ia mengaku tanaman bakau di Desa Jatiroke tak lagi sebanyak dulu.

Pohon tembakau yang dulu dapat mencapai puluhan ribu tanaman, kini tak mencapai sepuluh ribu pohon.

“Karena emang pesenan banyak, sehingga banyak ditanam tembakau untuk memenuhi pesanan dari konsumen, tetapi sekarang pesanan sedikit otomatis petani pun lebih memilih menanam yang lain,” ucapnya.

Ia mengaku banyaknya pesanan dari luar dikarenakan. Rasa tembakau di Desa Jatiroke, memiliki khas dan berbeda dari rasa tembakau di daerah lain. Karena pengolahan tembakau disana berbeda dengan yang lain.

“Ada resep khusus yang membuat rasa bakau disini beda, rasanya beda, lebih kerasa. Makanya sampai saat ini masih ada yang menyukai bakau matang olahan kami,” tambahnya.

Selain itu, kata ia, menanam dan mengolah tembakau harus memerlukan waktu yang cukup lumayan dalam satu tahun hanya menanam satu tahun sekali. Karena dari proses penanaman pun dapat mempengaruhi rasa rokok nantinya.

“Pohon bako (tembakau) kan per empat bulan, jadi setiap empat bulan baru bisa dipanen. Kalau sebelum empat bulan udah dipanen, rasa bakonya bakal beda. Kendalanya kalo ada hujan, sering kena hujan, nanti ke rasa bakonya juga bakal berpengaruh,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, lanjut ia, para petani banyak yang beralih dari menanam tembakau menjadi menanam sayuran dll,

Sementara itu, kata Supriatna bahwa untuk harga jual tembakau, petani Desa Jatiroke biasa memberi harga Rp300 ribu rupiah per satu ikat.

“Untuk satu ikat tersebut sama dengan 20 lempeng atau kotak tempat menjemur tembakau. Apabila ditimbang, rata-rata memiliki berat 5 kilogram,” tutupnya. (tha).