TPAS Cibeureum Bisa Digunakan 10 Tahun Lagi

oleh -
Dokumentasi

RADARSUMEDANG.ID, CIMALAKA – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir melakukan peletakan batu pertama pembangunan gapura di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Cibeureum, Desa Cibeureum Wetan Kecamatan Cimalaka, Selasa (23/3).

“Saya apresiasi kepada jajaran DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Kabupaten Sumedang yang sudah melakukan berbagai upaya dalam penanganan sampah,” kata bupati.

Dikatakan, dengan adanya gapura nanti kendaraan pengangkut sampah yang masuk akan lebih diatur lagi.

“Nanti truk yang masuk akan didata, lalu diarahkan pembuangan sampahnya ke mana. Kalau selama ini pembuangan sampahnya seenak sopirnya mau di mana,” ucapnya.

Selain meletakan batu pertama gapura, bupati juga secara melakukan penanaman pohon di lokasi TPAS. Kemudian membagikan nasi bungkus kepada para pemulung.

“Setelah meninjau ini kami berkomitmen untuk menata TPAS agar lebih baik lagi, apalagi Sumedang punya program unggulan yakni Sumedang Kota Buludru,” ujarnya.

Itu artinya, kata bupati, dari hulu sampai hilirnya harus bagus. Menurutnya, saat ini sudah ada pengurangan sampah yang dibuang ke hilirnya.

“Hulunya, dari atasnya sudah ada pengurangan sampah, pemilahan, penggunaan kembali, reduce, reuse, recycle. Semua warga sudah sadar tidak membuang sampah sembarangan, sehingga di akhir ini hanya sebagian saja yang masuk ke sini,” ucapnya.

Dony menegaskan, Pemkab Sumedang berkomitmen membuat perubahan dengan menata TPAS Cibeureum dengan cara pengelolaannya secara terpadu dan komperhensif. Ia meminta semua yang sudah dibangun difungsikan kembali, peralatannya difungsikan dan dilengkapi.

“Dari mulai hanggarnya, karena di hanggar ini akan dipilih mana sampah organik mana yang an organik. Yang organik bisa dikomposting dan dibuat pupuk dan dimanfaatkan kembali,” kata Bupati.

Setelah meninjau kondisi TPAS Cibeureum, lanjut Dony, menurutnya harus secepatnya diambil kebijakan yang tepat, bagaimana TPAS betul-betul sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kaidah-kaidah lingkungan, kesehatan dan tertata dengan baik.

Lebih jauh bupati mengatakan, keberadaan TPAS Cibeureum masih layak digunakan. Saat ini lahan TPAS Cibeureum seluas 11,1 hektar, dan yang sudah digunakan seluas 10 hektar. Sehingga ada 1 hektar lahan yang masih belum digunakan.
“Untuk kapasitas teknis layanannya kira-kira sampai 10 tahun lagi,” ucapnya.

Meski demikian, Pemkab Sumedang sudah menyiapkan TPAS di Desa Cijeruk Kecamatan Pamulihan, yang akan digunakan untuk membuang sampah dari wilayah Sumedang barat, seperti Cimanggung, Jatinangor, Pamulihan, dan Tanjungsari.

“Jadi nanti yang dari wilayah barat akan dibuang ke sana (Cijeruk), itu sanitary landfill, tinggal finishing, jalannya sudah kami bangun ke sana,” ucapnya.

Selain itu, untuk wilayah Timur, Pemkab Sumedang juga menyiapkan TPAS di Sukanyiru Desa Sukajadi Kecamatan Wado.
“Nanti di wilayah timur kami siapkan di Sukanyiru, itu untuk Wado dan sekitarnya,” katanya. (agn)