BPJS Kesehatan Bantu Ahim Jalani Pengobatan Rutin Hingga Sembuh

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Seorang pensiunan penjaga sekolah, Ahim (68) warga Dusun Peusar Desa Baginda Kecamatan Sumedang Selatan sudah 9 (sembilan) tahun menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang lantaran tangan kanan dan kepalanya mengalami benturan akibat terjatuh dari motor.

Setiap bulan, Ia harus bolak balik ke RSUD Sumedang untuk melakukan kontrol bahkan saat ini Ahim sudah hampir sembuh.

Ahim mengaku beruntung terdaftar sebagai peserta JKN-KIS pasalnya selama menjalani pengobatan dirinya tidak mengeluarkan biaya pengobatan karena sudah dibayarkan BPJS Kesehatan.

Bapak satu anak ini sangat bersyukur karena mendapatkan pelayanan yang baik dan tidak dipungut biaya apapun.

“Alhamdullillah sembilan tahun saya berobat rutin pelayanannya baik, saya amat terbantu, saya sangat bersyukur penanganan terhadap penyakit yang saya alami cukup baik. Saya dirujuk ke RSUD Sumedang saya dan sempat mengalami perawatan. Semua ditanggung BPJS Kesehatan. Saya juga bersyukur selama menjalani pengobatan tidak mengalami perlakuan diskriminatif dan dilayani sama dengan pasien lainnya,” ujar Ahim.

Usai dirawat di RSUD Sumedang tersebut, Ahim menjalani perawatan dari rumah berjuang menuju kesembuhan. Kendati iuran tiap bulan dipotong tidak masalah dan tidak sebanding dengan perawatan dan kontrol tiap bulannya, ia menyadari jumlahnya belum cukup untuk menutupi pengobatannya. Karena itu ia mengucapkan terima kasih kepada semua peserta JKN-KIS karena dari iuran tersebut dilakukan bergotong royong dan membantu yang sakit.

“Saya dan keluarga merupakan orang-orang yang terbantu lewat program JKN-KIS yang memakai prinsip gotong royong. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada peserta JKN – KIS telah membantu saya melalui iuran yang dipotong setiap bulan,” cerita Ahim.

Ahim berpesan kepada masyarakat yang belum memiliki Jaminan Kesehatan untuk segera mendaftar JKN-KIS. Karena sehat dan sakitnya manusia tidak dapat diprediksi apalagi kalau kita tidak menjaga pola hidup yang baik dan sehat.

“Lebih baik sedia payung sebelum hujan, karena kita tidak pernah tahu kapan datangnya sakit. Kita harus punya persiapan, saya sendiri Alhamdulillah terdaftar sebagai pensiunan penjaga sekolah tempat saya bekerja,” tutup Ahim. (Isl/rls).