Pangdam dan Kapolda Jabar Resmikan Jembatan Siliwangi 5 Lodaya di Sumedang

oleh -

RADARSUMEDANG.ID – Pangdam III/Siliwangi beserta Kapolda Jabar meresmikan Jembatan Siliwangi 5 Lodaya dan Tugu Sinergitas TNI-POLRI.

Jembatan yang mempunyai panjang 90 meter dan lebar 120 cm ini, merupakan akses penghubung dua desa antara Desa Ciherang – Kecamatan Sumedang Selatan dan Desa Cimarias – Kecamatan Pamulihan yang dibangun sebagai bentuk sinergitas antara TNI-POLRI.

“Pembangunan jembatan gantung ini merupakan kerjasama Polres Sumedang dengan Kodim 0610/Sumedang,” kata Ahmad Dofiri di sela peresmian jembatan.

Selain itu, pembangunan jembatan merupakan perwujudan sinergitas antara TNI dengan Polri, juga sebagai bentuk kepedulian kepada warga masyarakat.

“Warga di dua kecamatan ini biasanya harus menempuh waktu sekitar 30 menit ke jalan protokol. Alhamdulillah berkat adanya jembatan, dapat ditempuh selama 5 menit. Kami berharap, dengan selesainya jembatan gantung ini bisa meningkatkan perekonomian warga di dua kecamatan tersebut,” tuturnya.

Senada, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0610/Sumedang bersama Tim dari Vertical Rescue dibantu warga setempat, yang telah memfasilitasi segala kebutuhan demi terwujudnya akses penghubung jembatan Siliwangi 5 Lodaya ini.

“Mudah-mudahan keberadaan jembatan Siliwangi 5 Lodaya ini dapat bermanfaat bagi warga sekitar. Melalui sinergitas TNI-POLRI, kami yakin perekonomian warga akan meningkat,” ujar Pangdam III/Siliwangi.

Sementara Komandan Vertical Rescue, Fedi Ixdiana menjelaskan bawha jembatan ini merupakan program 1000 jembatan untuk Indonesia yang digagas oleh Vertical Rescue bekerjasama dengan TNI-POLRI beserta unsur pemerintah dan swasta.

Jembatan ini yang dibangun kata Fedi, merupakan satu-satunya jembatan yang tidak menggunakan beton sebagai pondasi. Terlebih jembatan yang dibangun diikatkan oleh seling baja di masing-masing sebrang.

Adapun jurang yang cukup dalam menjadi tantangan tersendiri bagi Vertical Rescue dalam membangun jembatan tersebut, mengingat tidak bisa dipotong berjalan kaki.

“Tim ekspedisi harus menyebrangi sungai dengan menggunakan tali. Selain itu semua material seperti batu dan pasir jiga diangkut menggunakan tali,” katanya.

Lebih lanjut tutup Fedi, dirinya menghimbau kepada warga yang akan melintasi jembatan agar tetap memperhatikan aspek keselamatan. Mengingat kapasitas jembatan terbatas.

“Jembatan ini digunakan untuk berjalan kaki maskimal tiga orang bergantian. Sedangkan untuk motor itu harus bergantian. Insya Allah jembatan ini mampu bertahan selama 10 tahun,” tutupnya. (jim).