Jalan Raya Bandung – Cirebon di Paseh Anjlok, Buka Tutup Jalan Dilakukan Selama Sebulan

oleh -
Pengawas PPK4.3 PJN-4 Dinas PU Provinsi Jabar Herdian sedang di lokasi perbaikan Jalan Raya Sumedang-Cirebon, tepatnya di Tanjakan Sapi, Blok Pereng, Dusun Sidaraja, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh.  TRI BUDI SATRIA/RADAR SUMEDANG

RADARSUMEDANG.ID, PASEH – Buka tutup arus lalu lintas (Lalin) diprediksi berlangsung selama satu bulan di Jalan Raya Sumedang-Cirebon, tepatnya di Tanjakan Sapi, Blok Pereng, Dusun Sidaraja, Desa Padanaan, Kecamatan Paseh.

Buka tutup akses dari dua arah mulai dilakukan sejak terjadi retakan sepanjang 20 meter yang memanjang di jalan raya sejak Kamis (1/4) dini hari.

Retakan itu disertai anjloknya setengah badan jalan. Area jalan sepanjang sekitar 40 meter di bagian setengah badan jalan yang anjlok dipasang garis pembatas agar tidak dilintasi kendaraan.

Saat terjadi anjlok, aparat PWK Paseh-Koramil Conggeang dan Polsek Paseh serta aparat lainnya sudah turun langsung ke TKP. Titik akses tersebut dijaga selama 24 jam agar buka tutup arus kendaraan tetap berjalan terkendali.

Pengawas PPK4.3 PJN-4 Dinas PU Provinsi Jabar Herdian mengatakan, retakan anjlok jalan dan penurunan tanah terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi. “Ini faktor alam, karena hujan deras selama dua hari,” sebut Herdian.

Dia mengungkapkan, sebenarnya program perbaikan jalan di sana juga sudah masuk dalam satu paket dengan pemasangan TPT di pinggir jalan area setempat. “Sebelum retakan juga sudah ada program (perbaikan),” ungkapnya. Pengerjaan dilakukan PT Delima Agung Utama sebagai pemenang tender.

Sementara itu, pengawas lapangan PT Delima Agung Utama Token menambahkan, dalam program satu paket yang sedang dikerjakan, perbaikan jalan anjlok menjadi prioritas. Perbaikan jalan itu langsung dimulai pada sore harinya setelah retakan terjadi pada dini hari.

“Prioritas ke perbaikan jalan dulu, diperkirakan selama satu bulan selesai. Sebelum arus mudik lebaran sudah beres,” jelasnya. Dia juga menilai, kerusakan jalan terjadi lantaran banyak dilalui kendaraan berat melebihi batas normal. (tri)