Menteri Muhadjir Effendy Minta Pemkab Sumedang Lakukan Identifikasi dan Pemetaan Potensi Bencana

oleh -
Petugas Tim SAR Gabungan saat tengah melakukan evakuasi pemcarian korban longsor

CIMANGGUNG,RADARSUMEDANG.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy meminta Pemkab Sumedang melakukan identifikasi dan pemetaan wilayah permukiman yang berpotensi bencana alam. Hal tersebut dikatakan menteri saat mendatangi langsung lokasi tanah longsor di Bojongkondang Desa Cihanjuang Kecamatan Cimanggung, Kamis (14/1).

“Saya dapat laporan dari Pak Wabup (Erwan Setiawan) wilayah ini tidak memiliki IMB (izin mendirikan bangunan). Oleh karena itu pemkab harus melakukan identifikasi dan pemetaan wilayah mana saja yang berpotensi seperti ini (bencana),” ujarnya.

Menurutnya, musibah yang terjadi di Bojongkondang menjadi pelajaran pahit, khususnya bagi Pemda Sumedang.

“Ini pelajaran bagi kita semua agar tidak merudapaksa alam, kita harus menjaga dan menghormati alam, tidak menggunakan alat secara semena-mena. Karena kalau seperti itu ongkosnya sangat mahal seperti yang terjadi di sini,” ucapnya.

Sementara itu, hari ke-6 pencarian korban, tim Sar gabungan kembali berhasil menemukan dan mengevakuasi jasad korban tanah longsor.

Kepala Basarnas Kantor Sar Bandung, Deden Ridwansyah menyebutkan, ada tiga jasad yang berhasil ditemukan dan dievakuasi tim gabungan. Ketiganya adalah Yayat (42), M. yusuf (13) , dan Syarip (22).

“Setelah kami mulai pencarian pukul 08.00 WIB, dan alhamdulillah hari ini pukul 09.08 satu korban ditemukan laki-laki. Kemudian pukul 12.50 dan 12.54 dua lagi korban berhasil dievakuasi,” ucapnya.

Dengan demikian, total korban tewas yang sudah dievakuasi yakni 24 orang, sementara yang masih dalam pencarian sebanyak 16 orang. (gun)