Tjahjo Kumolo Apresiasi Pemkab Sumedang Dalam Pelayanan Kepada Masyarakat

oleh -
Menpan RB Tjahjo Kumolo saat menyampaikan arahan berkaitan dengan pelayanan publik di Aula Kantor Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Senin (23/2). Area lampiran

RADARSUMEDANG.ID – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang atas capaian dan kemajuan yang telah diraih oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Itu dikatakan Tjahjo saat berkunjung ke Sumedang tepatnya di Kantor Kepala Desa Sukajaya, Selasa (23/2).

Menurutnya, Pemerintahan itu hanya satu, mulai dari Presiden tegak lurus sampai ke Kepala Desa.

Pasalnya dikatakan Thahjo, pegangan Kepala Desa, Camat, OPD, Bupati, sampai Gubernur garis pemerintahannya dari Kemendagri.

Begitu pun dengan pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten, tidak hanya menjadi milik Bupati, namun ada yang dinamakan Kapolres, Kapolsek, Babinkamtibmas, Dandim, Danramil, Babinsa.

“Jadi seluruh Kepala Desa untuk mengemban amanah tidak sendirian. Jika ada kesulitan bisa menghubungi unsur-unsur yang saya sebutkan tadi,” ucap Thahjo di sela kunjungannya ke Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan.

Tjahjo menerangkan, sebagaimana pesan Presiden Joko Widodo bahwa pemerintah mulai dari pusat sampai terbawah (Desa) harus cepat melayani masyarakat.

“Kita harus banyak mendengar apa yang diinginkan masyarakat. Datanya jelas di setiap desa Mulai dari jumlah KK, angka yang sudah dan yang belum bekerja, angka kehamilan, angka kematian, sampai masalah gizi dari Posyandu harus digerakkan. Selain itu, ajak diskusi tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di setiap desa,” katanya.

Disamping itu pula, Kepala Desa harus bisa menjabarkan apa yang diperintahkan oleh Pemerintah Kabupaten.

“Pastikan setiap masyarakat harus sudah mempunyai KTP, Akte Kelahiran, sampai dengan Akte Tanah yang jelas. Selain itu, Bansos yang turun jangan sampai dipotong sepeser pun,” tukasnya.

Terakhir, dirinya berpesan agar Kabupaten Sumedang mempunyai identitas diri mulai dari tujuan wisata, kota spiritual, serta yang lainnya.

“Saya titip desa harus aman. Hati-hati terhadap Narkoba dan ajaran-ajaran radikalisme dan terorisme. Jajaran desa juga harus diingatkan jangan korupsi, dan waspada dari bencana. Kuncinya harus gotong-royong, menggerakkan warga untuk menjaga lingkungannya,” pungkas Tjahjo.

Sementara, Kepala Desa Sukajaya Nenden Dewi Raspati menuturkan, Desa Sukajaya sendiri merupakan salah satu desa di Kabupaten Sumedang yang telah menerapkan SAKIP Desa dan mencanangkan Zona Integrasi Desa.

Dijelaskan, SAKIP Desa di Kabupaten Sumedang mulai diterapkan di Tahun 2019 dan capaiannya dilakukan di Tahun 2020.

Ada tiga sasaran dalam penerapan SAKIP Desa ini, yaitu penurunan angka kemiskinan, pencegahan stunting, dan peningkatan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM).

Ia pun memaparkan tentang beberapa aplikasi yang ada di desanya antara lain e-SAKIP Desa dan Sistem Digital Pencegahan Stunting yang terintegrasi.

“Di desa kami sedikit demi sedikit telah melakukan produk layanan yang terintegrasi sesuai dengan apa yang telah di tetapkan dalam Zona Integritas Desa,” paparnya.

Nenden menerangkan, saat ini Desa Sukajaya juga telah memiliki Command Center Mini yang bisa langsung memantau kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat.

“Saya berharap seluruh Kantor Desa yang ada di Kabupaten Sumedang juga memiliki Command Center Mini dengan tujuan semua Kepala Desa bisa memantau warganya,” sebut Nenden.

Kendati demikian, melalui SAKIP Desa dan aplikasi yang ada, menurutnya, jumlah KK miskin di desanya bisa berkurang di Tahun 2020.

Pasalnya target Kepala Keluarga (KK) miskin ada 64 KK atau 8 persen dari data DTKS warga masyarakat Desa Sukajaya yang berjumlah 800 KK. Di tahun 2020 ini, sudah terealisasi 53 KK atau capaiannya 82, 81 persen.

Sedangkan untuk kegiatan penanganan stunting, dijelaskan Nenden, terdapat enam kegiatan dan semuanya dapat terealisasi.
IKM di Desa Sukajaya sendiri mampu melebihi target yakni mencapai 109, 51 persen.

“Di Tahun 2020 pencegahan stunting capaian targetnya sebesar 100 persen,” ucapnya. Ini juga nanti akan terintegrasi dengan ZI Desa yang merupakan bentuk pelayanan publik kepada masyarakat untuk memberikan pelayanan prima,” sebut Nenden.

Nenden juga menambahkan, dengan adanya berbagai inovasi tersebut akan terus meningkatkan apa yang menjadi bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan kami bisa menjadi lebih baik lagi sesuai dengan apa yang menjadi tujuan hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat,” pungkas Nenden. (jim)