Radar Sumedang https://sumedang.radarbandung.id Berita Terkini Sumedang Hari Ini Thu, 21 Nov 2019 23:30:08 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.0.7 https://sumedang.radarbandung.id/wp-content/uploads/sites/2/2019/01/cropped-RS-01-46x46.png Radar Sumedang https://sumedang.radarbandung.id 32 32 Pemprov Jabar Beri Dua Penghargaan Untuk CCAI https://sumedang.radarbandung.id/bandung/2019/11/22/pemprov-jabar-beri-dua-penghargaan-untuk-ccai/ https://sumedang.radarbandung.id/bandung/2019/11/22/pemprov-jabar-beri-dua-penghargaan-untuk-ccai/#respond Thu, 21 Nov 2019 23:30:08 +0000 https://sumedang.radarbandung.id/?p=2639 BANDUNG – Sebagai perusahaan minuman terdepan yang menjunjung tinggi pembangunan berkelanjutan, Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) kembali mendapatkan

The post Pemprov Jabar Beri Dua Penghargaan Untuk CCAI appeared first on Radar Sumedang.

]]>
BANDUNG – Sebagai perusahaan minuman terdepan yang menjunjung tinggi pembangunan berkelanjutan, Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) kembali mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan program CSR periode 2018-2019.

Piagam penghargaan tersebut diberikan dalam gelaran Peresmian Bersama Proyek CSR Jawa Barat yang berlangsung di Trans Luxury Hotel, Bandung (18/11).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil yang juga sekaligus menandatangani prasasti secara simbolik untuk 2 program CSR Coca-Cola Amatil Indonesia, yakni Pendampingan Sekolah Berbudaya Lingkungan SDN 05 Sukadanau di Kabupaten Bekasi dan Fun Learning Studio Coca-Cola Forest yang terletak di Kabupaten Sumedang.

Menurut Dhani Priatna Wiradinata, Head of Corporate Affairs Coca-Cola Amatil Indonesia, penghargaan Mitra CSR Jabar yang diterima Amatil Indonesia merupakan suatu pengakuan dari pemerintah karena perusahaan sudah bersinergi dengan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Upaya sinergi program sustainability yang dijalankan dapat menjadi contoh positif bagaimana industri, pemerintah dan juga masyarakat penerima manfaat dapat menjaga dan melestarikan lingkungan.

“Coca-Cola Amatil Indonesia menerapkan bisnisnya secara berkelanjutan terfokus pada empat pilar CSR yaitu lingkungan (environment), lingkungan kerja (workplace), lingkungan pasar (marketplace), dan masyarakat (community) dimana Coca-Cola Amatil Indonesia beroperasi di Indonesia,” tandasnya.(isl)

The post Pemprov Jabar Beri Dua Penghargaan Untuk CCAI appeared first on Radar Sumedang.

]]>
https://sumedang.radarbandung.id/bandung/2019/11/22/pemprov-jabar-beri-dua-penghargaan-untuk-ccai/feed/ 0
BPJS Sumedang Dan Dinkes Sosialisasikan Pembayaran Kapitasi Berbasis Kerja https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/20/bpjs-sumedang-dan-dinkes-sosialisasikan-pembayaran-kapitasi-berbasis-kerja/ https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/20/bpjs-sumedang-dan-dinkes-sosialisasikan-pembayaran-kapitasi-berbasis-kerja/#respond Wed, 20 Nov 2019 10:26:57 +0000 https://sumedang.radarbandung.id/?p=2636 Sumedang – Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan Cabang Sunedang mengadakan

The post BPJS Sumedang Dan Dinkes Sosialisasikan Pembayaran Kapitasi Berbasis Kerja appeared first on Radar Sumedang.

]]>
Sumedang – Untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), BPJS Kesehatan Cabang Sunedang mengadakan kegiatan Sosialisasi Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) dan Upaya Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Jatinangor Kab Sumedang.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri oleh seluruh pimpinan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Dinas Kesehatan, pengurus Asosiasi Klinik dan pengurus Ikatan Dokter Indonesia dari Kabupaten Sumedang, Subang dan Majalengka.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sumedang Abdul Haris mengatakan Kapitasi Berbasis kinerja (KBK) merupakan pengembangan dari Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBKP). Menurutnya, dengan diterapkannya KBK ini akan lebih meningkatkan mutu pelayanan di FKTP dan meningkatkan efektivitas dari jaminan kesehatan.

“Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) merupakan pengembangan dari Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBKP) yang selama ini berjalan, penerapannya bertujuan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di FKTP serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi Jaminan Kesehatan,” ujar Haris.

Haris menambahkan, dalam KBK tersebut ada tiga indikator yang menjadi penilaian FKTP, yaitu angka kontak, rasio peserta Prolanis terkendali dan rasio rujukan non spesialistik. Perbedaan yang paling signifikan antara KBKP dan KBK adalah jika sebelumnya penilaian pada KBKP lebih fokus pada proses input, maka pada KBK penilaian selain fokus pada proses input juga pada output serta outcome.

Selain itu, Haris juga berkomitmen agar terus menyosialisasikan Program JKN-KIS kepada seluruh masyarakat dengan Mobile Costumer Service (MCS) BPJS Kesehatan. Menurutnya, dengan MCS, masyarakat dimudahkan untuk mendapatkan informasi dan akan lebih diarahkan untuk menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mengakses pelayanan sehingga tidak perlu mendatangi kantor cabang BPJS Kesehatan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Ekki Utomo, menyambut baik pelaksanaan KBK dan upaya UHC. Dalam sambutannya Ekki menyampaikan kegiatan Mobile Costumer Service sudah berjalan dan terjadwal di puskesmas-puskesmas di Kabupaten Sumedang, kami berharap kerja sama yang baik dengan BPJS Kesehatan dalam upaya mencapai UHC bisa terus ditingkatkan.

“UHC itu bukan hanya sekedar jumlah penduduk yang mendaftar jadi peserta JKN saja, makna UHC yang sebenarnya adalah memastikan seluruh warga, khususnya warga miskin yang preminya dibayarkan pemerintah harus dipantau sehat atau sakitnya tanpa terkecuali. Ini perlu dilakukan oleh semua faskes, tidak saja puskesmas namun juga faskes swasta. Sehingga Indonesia Sehat bisa benar-benar terwujud,” tegas Ekki.

The post BPJS Sumedang Dan Dinkes Sosialisasikan Pembayaran Kapitasi Berbasis Kerja appeared first on Radar Sumedang.

]]>
https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/20/bpjs-sumedang-dan-dinkes-sosialisasikan-pembayaran-kapitasi-berbasis-kerja/feed/ 0
Seluruh RW di Sukajaya Sumedang, Kompak Tolak Keberadaan Rentenir https://sumedang.radarbandung.id/mapay-desa/2019/11/19/seluruh-rw-di-sukajaya-sumedang-kompak-tolak-keberadaan-rentenir/ https://sumedang.radarbandung.id/mapay-desa/2019/11/19/seluruh-rw-di-sukajaya-sumedang-kompak-tolak-keberadaan-rentenir/#respond Tue, 19 Nov 2019 02:09:56 +0000 https://sumedang.radarbandung.id/?p=2632 Sumedang – Warga Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan memasang spanduk pernyataan penolakan terhadap segala bentuk pinjaman instan atau

The post Seluruh RW di Sukajaya Sumedang, Kompak Tolak Keberadaan Rentenir appeared first on Radar Sumedang.

]]>

Sumedang – Warga Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan memasang spanduk pernyataan penolakan terhadap segala bentuk pinjaman instan atau rentenir.

Spanduk yang terpasang di kawasan Makam Gunung Puyuh, yang tak jauh dari Kantor Desa Sukajaya ini dengan tegas tertulis ‘kami Pemerintah Desa Sukajaya, BPD, seluruh RT dan RW Sukajaya menolak dan melarang keras bank keliling dan rentenir masuk ke wilayah Desa Sukajaya Kecamatan Sumedang Selatan’.

Warga menilai keberadaan bank keliling maupun rentenir kini semakin meresahkan. Terlebih beberapa warga Sukajaya telah mengalami kerugian materil akibat terjerat rentenir.

“Alhamdulilah ini memang permintaan dari warga dan apart setempat untuk bersama-sama menolak rentenir. Semuanya dipasang di 12 RW se-Desa Sukajaya,” ujar Kepala Desa Sukajaya, Nenden Dewi Raspati kepada Radar Sumedang, Senin (18/11).

Dikatakannya, warga yang terlanjur pinjam ke bank keliling atau ke rentenir tidak bisa berbuat banyak. “Sebenarnya banyak kasus, bahkan ada yang sampai harus jual rumah untuk membayar utang,” ungkap Nenden.

Disebutkan Nenden, saat ini pihaknya sangat berhati-hati dengan gerak gerik bank keliling di wilayah Desanya. Termasuk bagi bank keliling/rentenir yang masuk ke Kantor Desa.

“Iya memang suka ada dulu mah untuk keperluan legalisasi, tapi sekarang saya tegas, kalau ada yang minta legalisasi pasti akan saya tolak. Karena apa, yang pinjam itu tidak satu lubang, tapi bercabang. Sehingga fenomena itu sangat sulit untuk kita telusuri, jadi rantainya memang banyak,” katanya.

Kendati telah dipasang, lanjut Nenden, pihaknya menyebut aktifitas rentenir kian berkurang. Meski beberapa masih berkeliaran di setiap RW.

“Alhamdulilah lumayan agak berkurang. Akan tetapi bukan berarti semua bank keliling sudah tidak ada. Hanyabsaja sekarang bank keliling yang masuk, ya yang sudah biasa aja, dan tidak meresahkan aparat,” terangnya. (jim)

The post Seluruh RW di Sukajaya Sumedang, Kompak Tolak Keberadaan Rentenir appeared first on Radar Sumedang.

]]>
https://sumedang.radarbandung.id/mapay-desa/2019/11/19/seluruh-rw-di-sukajaya-sumedang-kompak-tolak-keberadaan-rentenir/feed/ 0
Musda KNPI XIII Sumedang, Bakalan jadi Ajang Perang Bintang https://sumedang.radarbandung.id/politik/2019/11/19/musda-knpi-xiii-sumedang-bakalan-jadi-ajang-perang-bintang/ https://sumedang.radarbandung.id/politik/2019/11/19/musda-knpi-xiii-sumedang-bakalan-jadi-ajang-perang-bintang/#respond Tue, 19 Nov 2019 01:14:55 +0000 https://sumedang.radarbandung.id/?p=2629 Sumedang – Dalam waktu dekat, DPD KNPI Kabupaten Sumedang resmi akan memilih pimpinan baru. Lembaga yang mewadahi semua

The post Musda KNPI XIII Sumedang, Bakalan jadi Ajang Perang Bintang appeared first on Radar Sumedang.

]]>

Sumedang – Dalam waktu dekat, DPD KNPI Kabupaten Sumedang resmi akan memilih pimpinan baru. Lembaga yang mewadahi semua organisasi kepemudaan (OKP) tersebut kini siap bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mengawal visi Sumedang Simpati.

Ketua Bidang Organisasi DPD KNPI Sumedang, Joko Kustejo mengatakan, momentum pemilihan ketua yang baru ini akan diselenggarakan melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke XIII di Gedung Islamic Center, akhir November 2019.

“Insyaallah kalau tidak ada halangan kita akan gelar di akhir November. Ini merupakan tindaklanjut dari Rakerda dan Rapimda yang telah diselenggarakan beberapa waktu lalu,” ujar Joko saat berbincang santai dengan Radar Sumedang, Sabtu (17/11).

Adapun kata Joko, momentum Musda kali ini dipastikan akan lebih menarik dengan sebutan perang bintang. Pasalnya, selain panitia Musda telah menerima sembilan kandidat yang serius akan menjadi calon ketua. Pihaknya juga meyakini akan ada anggota yang  mencalonkan diri sebagai kandidat calon ketua, terlebih saat ini pendaftaran calon ketua masih belum ditutup.

Sembilan calon ketua itu diantaranya, Kusmana (AMS), Rifin Kustian (Purna Paskibraka), Amir Hamzah (Satria Gerindra), Asep Komara (Brigez), Obi Haliman (Mapancas), Tatas Indra (Banteng Muda Indonesia), Yansri Mulyani (Ika Mahawarman), Weli (FKPPI), Hendri Darmawan (Ansor)

“Mungkin H-2 sudah dipastikan siapa yang maju untuk calon KNPI di Sumedang. Karena nanti mereka akan memperebutkan 125 suara yang dari 96 OKP yang terdaftar di KNPI, 26 kecamatan pengurus kecamatan (PK), 1 DPD (3 suara dari DPD KNPI Sumedang),1 MMPI KNPI, dan 1 KNPI Jabar,” ucapnya.

Selain itu lanjut Joko, mekanisme pemilihan yang akan dilakukan untuk memilih ketua adalah sistem pemilihan voting.

“Saat Musda digelar, para calon ketuaharus mendapatkan sedikitnya delapan rekom dari lima OKP dan tiga rekom dari pengurus kecamatan.  Berikut dilengkapi syarat sah dengan persyaratan admin lainnya, yang ditentukan oleh panitia Musda,” sebut Joko.

Sementara untuk penentuan jumlah suara sah, lanjut Joko, harus 50+1. “Apabila dibawah angka itu, maka harus ada putaran kedua. Sedangkan batas minimal 17, dan kalau dibawah tidak akan bisa ikut lagi di putaran kedua,” katanya.

Lebih lanjut sambung Joko, Musda ke-XIII ini akan lebih menarik dari Musda sebelumnya. Pasalnya diantara kandidat calon ada dari kaum hawa yang mencalonkan. Sehingga ini merupakan kesempatan pertama bagi calon perempuan untuk unjuk gigi.

“Maka terjawab sudah musda KNPI tahun sekarang akan rame. Karena diprediksi perebutan suara akan sengit, ditambah semua calon sudah punya basis suara masing-masing,” imbuh Joko.

Tak lupa, dirinya juga berharap siapapun calon terpilih beserta kepengurusan baru tiga tahun kedepan, KNPI bakalan seksi lagi di Sumedang. Mengingat banyak pengamat yang menyatakan KNPI saat ini tidak seksi.

“Iya betul KNPI hari ini mati suri. Oleh sebab itu Pemerintah baik itu kepala daerah setelah terbentuk pengurus baru, bisa membawa KNPI sebagai lembaga kepemudaan. Lebih dari itu, semoga tahun depan 2020, Perda kepemudaan bisa disahkan oleh Pemangku kebijakan,” pungkas Joko. (jim)

The post Musda KNPI XIII Sumedang, Bakalan jadi Ajang Perang Bintang appeared first on Radar Sumedang.

]]>
https://sumedang.radarbandung.id/politik/2019/11/19/musda-knpi-xiii-sumedang-bakalan-jadi-ajang-perang-bintang/feed/ 0
Shelter Bus sedang dibangun, Si Tayo Pindah dulu ke Ahmad Yani https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/15/shelter-bus-sedang-dibangun-si-tayo-pindah-dulu-ke-ahmad-yani/ https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/15/shelter-bus-sedang-dibangun-si-tayo-pindah-dulu-ke-ahmad-yani/#respond Fri, 15 Nov 2019 14:50:46 +0000 https://sumedang.radarbandung.id/?p=2623   Sumedang – Ketua DPC Organda Kabupaten Sumedang, Dicky Soeharto memastikan telah memindahkan shelter Bus Trans Moda Pariwisata

The post Shelter Bus sedang dibangun, Si Tayo Pindah dulu ke Ahmad Yani appeared first on Radar Sumedang.

]]>
 

Sumedang – Ketua DPC Organda Kabupaten Sumedang, Dicky Soeharto memastikan telah memindahkan shelter Bus Trans Moda Pariwisata Masyarakat Kota Sumedang (Tampomas) ,dari shelter lama Di seputaran Taman Endog ke lingkungan Stadion Ahmad Yani. Pemindahan itu pun kata Dicky, telah mulai dilaksanakan per hari ini, Rabu (13/11).

“Jadi intuk sementara ini, kami terpaksa harus memindahkan shelter Bus Tampomas ke Ketib dulu. Soalnya, lokasi shelter semula yang di kawasan Taman Endog, kini sedang dibangun oleh Dishub,” kata Dicky kepada Radar Sumedang, Rabu (13/11).

Sedangkan untuk proses pembangunan
shelter Bus Tampomas di Kawasan Taman Endog sendiri, lanjut Dicky, menurut rencana akan berlangsung selama tiga puluh hari kerja ke depan. Sehingga selama satu bulan ke depan, pangkalan Bus Tampomas ini akan dipusatkan di Lingkungan Ketib.

“Maka dari itu, bagi masyarakat yang ingin berkeliling kota Sumedang dengan menggunakan angkutan berbasis wisata, mulai sekarang jangan menunggu bus di Taman Endog lagi, akan tetapi harus menunggu di depan Stadion Ahmad Yani, Ketib,” ucapnya.

Informasi ini, sambung Dicky perlu diketahui oleh masyarakat luas. Sebab sebagai pelayan jasa angkutan berbasis wisata, pengelola Bus Tampomas tentu tidak ingin mengecewakan para calon penumpangnya.

Kendati tak ingin mengecewakan, sebagai pengelola Bus Tampomas, pihaknya berkomitmen akan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik bagi para penumpangnya.

Terlebih sejak dihibahkan oleh Gubernur Jawa Barat, Organda selalu berharap keberadaan Bus Tampomas ini kelak bisa benar-benar membantu pemerintah dalam mendongkrak pertumbuhan pariwisata di pusat Kota Sumedang.

“Dengan Bus Tampomas ini, kami siap melayani para wisatawan untuk berkeliling ke sejumlah lokasi wisata yang ada di pusat kota. Seperti makam Cut Nyak Dien, Gunung Kunci dan objek wisata lainnya. Dalam perjalanannya tersebut, para wisatawan tentunya akan ditemani pemandu yang akan menerangkan setiap lokasi wisata yang terlewatinya,” tandasnya. (jim)

The post Shelter Bus sedang dibangun, Si Tayo Pindah dulu ke Ahmad Yani appeared first on Radar Sumedang.

]]>
https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/15/shelter-bus-sedang-dibangun-si-tayo-pindah-dulu-ke-ahmad-yani/feed/ 0
Masyarakat Semakin Paham Program Perhutanan Sosial https://sumedang.radarbandung.id/jatinangor/2019/11/15/masyarakat-semakin-paham-terkait-program-perhutanan-sosial/ https://sumedang.radarbandung.id/jatinangor/2019/11/15/masyarakat-semakin-paham-terkait-program-perhutanan-sosial/#respond Fri, 15 Nov 2019 06:17:20 +0000 https://sumedang.radarbandung.id/?p=2618 JATINANGOR – Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Sosialisasi Perhutanan Sosial (PS) tingkat Provinsi Jawa Barat 2019

The post Masyarakat Semakin Paham Program Perhutanan Sosial appeared first on Radar Sumedang.

]]>
JATINANGOR – Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat (Jabar) menggelar Sosialisasi Perhutanan Sosial (PS) tingkat Provinsi Jawa Barat 2019 di hotel Puri Katulistiwa Jatinangor.

Sekitar 105 tamu undangan hadir dalam kegiatan tersebut yang terdiri dari Pemrov Jabar, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Perum Perhutani, Akademisi, LSM, LMDH & Pokja PPS Jabar.

Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi Direktorat Penyiapan Kawasan Hutan Perhutanan Sosial Reza Efendi mengatakan dalam kegiatan tersebut dibahas terkait Surat Keputusan (SK) Ijin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) dan SK Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) yang berjangka waktu selama 35 tahun.

“Hari ini kita sosialisasi sambil evaluasi terkait program PS serta Perencanaan PS di Jawa Barat untuk tahun 2020, terkait SK ijin IPHPS dan SK Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK),” ucapnya.

Ia menambahkan, sejauh ini sudah ada 92 ijin IPHPS dan Kulin KK, yang dikeluarkan oleh Kemen LHK dilahan Perum Perhutani Jawa Barat. Bahkan sekitar 155 usulan yang masih berproses dan sebagian besar di kembalikan kepada pemohon.

“Bagi Pemohon perlu ada penguatan pemahaman dimasyarakat bagaimana mengusulkan yang baik dan benar serta lengkap berikut penguatan pendampingan, karena tanpa pemdamping maka akan sulit untuk mendapatkan Ijin Akses,” ungkap Reza.

Sementara terkait isu bahwa SK IPHPS & SK Kulin KK berlaku seperti sertifikat itu tidak benar melainkan hanya ijin Akses.

“Semua itu adalah PR bagi kami untuk meluruskan hal tersebut. Ijin Akses pengelolaan hutan bukan sertifikat kepemilikan lahan, Perhutanan Sosial bukan aset tapi Akses,” tambahnya.

Menurutnya, bagi yang dapat memiliki akses lahan yakni per kelompok yang asli putra daerah dilahan tersebut dan akan dievaluasi selama lima tahun kedepan.

“Masyarakat saat ini semakin paham tentang program Perhutanan Sosial. Dan masyarakat kedepannya semakin sejahtera dengan program PS,” tegas Reza.

Sementara salah satu peserta Poppy Noeraeni dari Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) dalam diskusi tersebut mempertanyakan, apabila terjadi kerusakan hutan dilahan IPHPS siapa yang bertanggung jawab ?.

“Contohnya ketika terjadi kebakaran hutan yang berawal dari lokasi IPHPS Perhutani gunung malabar Kecamatan Arjasari Kabupaten Bandung. Sehingga pehutani, BNPB, LMDH, Pemda, TNI & Polri turun tangan memadamkan api yang melebar ke wilayah sekitarnya,” ujarnya.

“Pa Reza Effendi menjawab bahwa pemegang SK IPHPS harus terus mendapatkan pembinaan dari Perhutani jadi tidak serta merta lepas dari pengawasan Perhutani,” terangnya.

Sementara menurut Ketua Forum Gunung Geulis Saefudin menilai bahwa akses legal pengelolaan kawasan hutan, dibuat dalam lima skema pengelolaan, yaitu Skema Hutan Desa (HD) hutan negara yang hak pengelolaannya diberikan kepada lembaga desa untuk kesejahteraan desa.

“Hutan Kemasyarakatan (HKm), yaitu hutan negara yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat. Dimana Hutan Tanaman Rakyat (HTR/IPHPS), adalah hutan tanaman pada hutan produksi yang dibangun oleh kelompok masyarakat untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka menjamin kelestarian sumber daya hutan,” pungkasnya. (tha).

The post Masyarakat Semakin Paham Program Perhutanan Sosial appeared first on Radar Sumedang.

]]>
https://sumedang.radarbandung.id/jatinangor/2019/11/15/masyarakat-semakin-paham-terkait-program-perhutanan-sosial/feed/ 0
Pasca Teror Bom Medan, Polres Sumedang Doa Bersama https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/14/pasca-teror-bom-medan-polres-sumedang-doa-bersama/ https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/14/pasca-teror-bom-medan-polres-sumedang-doa-bersama/#respond Thu, 14 Nov 2019 05:41:20 +0000 https://sumedang.radarbandung.id/?p=2611 SUMEDANG – Pasca teror bom yang menyerang Mapolrestabes Medan, Sumatera Uatara, Rabu (13/112019), Polres Sumedang menggelar doa bersama

The post Pasca Teror Bom Medan, Polres Sumedang Doa Bersama appeared first on Radar Sumedang.

]]>
SUMEDANG – Pasca teror bom yang menyerang Mapolrestabes Medan, Sumatera Uatara, Rabu (13/112019), Polres Sumedang menggelar doa bersama di Masjid Al Hidayah, Polres, Kamis (14/112019). Doa bersama tersebut diikuti seluruh jajaran Polres Sumedang.

Kapolres Sumedang AKBP Hartoyo melalui melalui Kasubag Humas, Iptu Dedi Juhana mengatakan, pengajian dan doa bersama ini digelar untuk meminta keselamatan dan keamanan di wilayah NKRI.
“Pengajian dan doa bersama ini kita gelar untuk menjaga keselamatan dan keamanan setelah kejadian teror bom di Medan kemarin,” katanya.
Adapun, KH. Atep Saepuloh hadir sebagai penceramah dalam pengajian tersebut.
“Kita mendoakan para korban agar segera diberi kesembuhan. Doa dan pengajian ini juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” ucapnya.
Pengajian dan doa bersama, kata Dedi, rutin digelar Polres Sumedang setiap Hari Kamis. Acara ini digelar untuk mencegah pelanggaran disiplin maupun pidana pada anggota.
“Khusus hari ini (kemarin) kita juga bersoa untuk keamanan di wilayah Indonesia pada umumnya, dan di wilayah Sumedang pada khususnya. Agar Polres Sumedang terhindar dari teror bom seperti di polres-polres lain,” ucapnya. (gun)
Selain doa bersama, penjagaan dan pengamanan di Mapolres Sumedang juga lebih diperketat, pasca teror bom di Medan.
Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan pengunjung. Hal ini dilakukan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, seperti aksi teror.
“Penjagaan memang lebih diperketat. Namun untuk pengunjung baik di pelayanan SKCK maupun SIM tidak ada pengaruhnya jika dibanding hari-hari biasa,” ucapnya. (gun)

The post Pasca Teror Bom Medan, Polres Sumedang Doa Bersama appeared first on Radar Sumedang.

]]>
https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/14/pasca-teror-bom-medan-polres-sumedang-doa-bersama/feed/ 0
KPU : Bagi Kami, Merekalah Pahlawan https://sumedang.radarbandung.id/politik/2019/11/12/kpu-bagi-kami-merekalah-pahlawan/ https://sumedang.radarbandung.id/politik/2019/11/12/kpu-bagi-kami-merekalah-pahlawan/#respond Tue, 12 Nov 2019 04:01:49 +0000 https://sumedang.radarbandung.id/?p=2607 Sumedang –  Peringatan Hari Pahlawan tak hanya sebagai ajang seremonial untuk mengenang kembali perjuangan para founding fathers, dalam

The post KPU : Bagi Kami, Merekalah Pahlawan appeared first on Radar Sumedang.

]]>

Sumedang –  Peringatan Hari Pahlawan tak hanya sebagai ajang seremonial untuk mengenang kembali perjuangan para founding fathers, dalam mengangkat senjata di masa penajajah kolonial.

Akan tetapi bagi lembaga penyelenggara Pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumedang, sosok pahlawan adalah orang yang telah berjasa dalam mensukseskan penyelenggaraan Pemilu.

Karena seperti kita ketahui, beberapa penyelenggara Pemilu 2019 di Sumedang dipastikan meninggal akibat kelelahan saat menjalankan tugas.

Oleh sebab itu, sebagai bentuk penghargaan pada penyelenggara pemilu 2019 yang meninggal, KPU kab Sumedang berinisiatif untuk ziarah ke sala satu makam dari mantan anggota PPK Wado, Ruhiyat Amar, Minggu (10/11).

Ketua KPU Sumedang, Ogi Ahmad Fauzi mengatakan giat ziarah ini merupakan bentuk penghormatan KPU kepada penyelenggara pemilu 2019 yang meninggal, usai mengembangkan tugasnya sebagai penyelenggara Pemilu.

“Dalam tema hari pahlawan ‘Aku Pahlawan Masa Kini’, KPU menilai bahwa pahlawan tidak hanya mereka yang berjuang dalam masa kemerdekaan. Akan tetapi juga mereka yang meninggal, yang telah berjuang bekerja keras melaksanakan tugas demi terselenggaranya pemilu 2019. Sehingga layak diberi gelar pahlawan demokrasi, dan ini lah sejatinya pahlawan masa kini,” kata Ogi didampingi jajaran Komisioner Rahmat Suanda, Mamay siti maemunah, Asep wawan, Iyan Sopian, dalam siaran persnya.

Ditambahkan Ogi, saat pelaksanaan Pemilu 2019 kemarin ada dua orang penyelenggara yang meninggal. Akan tetapi sambung Ogi, dua pahlawan demokrasi itu meninggal setelah pemilu usai.

“Jadi sebetulnya mereka sudah sakit ketika pelaksanaan pemilu. Namun walaupun sedang dalam keadaan sakit, dedikasi dan tanggung jawabnya luar biasa. Mereka tetap menjalankan tugasnya dengan baik,” terang Ogi seraya berkata keluarga almarhum yang menyambut baik ziarah dilakukan KPU Sumedang kepada keluarga almarhum.

Lebih lanjut tutup Ogi, agar tidak lagi memakan korban, pihaknya akan mengusulkan agar dari sisi administratif dan medis, para penyelenggara pemilu harus betul-betul fit.

“Secara teknis, kita ingin ada penyederhanaan teknis penyelenggaraan, misalnya tidak terlalu banyak jenis form yang harus diisi. Kemudian dari persyaratan juga, surat kesehatan harus betul-betul diperhatikan. Sehingga saat mendaftar akan menjadi penyelenggara yang betul-betul sehat,” tandasnya. (jim)

The post KPU : Bagi Kami, Merekalah Pahlawan appeared first on Radar Sumedang.

]]>
https://sumedang.radarbandung.id/politik/2019/11/12/kpu-bagi-kami-merekalah-pahlawan/feed/ 0
Yansri Siap Jadikan KNPI Lebih Maju https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/11/yansri-siap-jadikan-knpi-lebih-maju/ https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/11/yansri-siap-jadikan-knpi-lebih-maju/#respond Mon, 11 Nov 2019 04:30:23 +0000 https://sumedang.radarbandung.id/?p=2591 KOTA – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumedang tahun 2019. Sejumlah nama yang

The post Yansri Siap Jadikan KNPI Lebih Maju appeared first on Radar Sumedang.

]]>
KOTA – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sumedang tahun 2019. Sejumlah nama yang digadang-gadang bakal menjadi calon ketua KNPI bermunculan salah satunya Yansri Mulyani.

Yansri yang merupakan pengusaha muda asal Dusun Babakan RT 02 RW 04 Desa/Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang itu, memiliki segudang pengalaman dalam berorganisasi.

Selain itu, ia juga pernah menjadi mahasiswi lulusan terbaik di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Sumedang Jurusan olahraga dengan predikat cumlaude IPK 4.0.

“Kiprah pemuda di Kabupaten Sumedang harus dioptimalkan, saya melihat bahwa organisasi kepemudaan KNPI sudah lama fakum, apabila dipercaya minimal target saya bisa menyetandarkan dan mensejajarkan dengan organisasi yang telah maju,” ucap perempuan yang saat ini tengah melanjutkan kuliah Magister Manajemen di Unsap.

Ibu dari dua anak yang pernah menjadi ketua pelaksana kejurda balap motor itu menyebutkan, KNPI merupakan garda terdepan dan kedudukannya diatas Ormas dan OKP.

“Saya berkeinginan mamajukan pemuda-pemudi yang ada di Kabupaten Sumedang dengan mengoptimalkan peluang usaha yang ada diwilayah masing-masing yang diolah oleh kalangan pemuda serta bersinergi dengan program Sumedang Simpati,” kata Yansri yang pernah menjabat Ketua BEM UPI Sumedang.

Selain itu, kata ia, pemuda harus berdaya dengan berbagai terobosan kemandirian serta menggali potensi yang ada disetiap wilayah dan jangan mengandalkan proyek, meminta dan mengharapkan anggaran dari pemerintah.

“Berharap kedepan, pemuda-pemudi bisa lebih maju, mandiri, kreatif serta jangan menyia-nyiakan umur yang masih muda dengan hal yang tidak berguna.
Mari bersama-sama berkreasi untuk menjadi pemuda yang bermanfaat bagi lingkungan,” tutup Yansri yang terlibat menyukseskan perhelatan West Java Paragliding World Championship & Culture Festival itu. (tha).

The post Yansri Siap Jadikan KNPI Lebih Maju appeared first on Radar Sumedang.

]]>
https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/11/yansri-siap-jadikan-knpi-lebih-maju/feed/ 0
FK UKI Kembali Melakukan Penelitian di Sumedang https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/11/fk-uki-kembali-melakukan-penelitian-di-sumedang/ https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/11/fk-uki-kembali-melakukan-penelitian-di-sumedang/#respond Mon, 11 Nov 2019 04:25:01 +0000 https://sumedang.radarbandung.id/?p=2588 KOTA – Dalam rangka melaksanakan Praktek Kesehatan Mahasiswa (PKM), sejumlah dokter muda dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Indonesia

The post FK UKI Kembali Melakukan Penelitian di Sumedang appeared first on Radar Sumedang.

]]>
KOTA – Dalam rangka melaksanakan Praktek Kesehatan Mahasiswa (PKM), sejumlah dokter muda dari Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Indonesia (UKI) kembali melakukan penelitian, penyuluhan, dan pemberian makanan tambahan di 10 Desa se-kabupaten Sumedang.

Sedikitnya 37 Dokter Muda UKI ini akan dibagi dalam 10 kelompok, satu kelompok terdiri dari 4-5 orang yang akan dibagi di 10 Desa prioritas tersebut selama 10 hari kedepan.

Dengan mengusung Cerdas Cemerlang Eliminasi Stunting penelitian akan dilakukan baik kepada Ibu Hamil, Ibu melahirkan sampai remaja pra nikah. Adapun tujuan penelitian ini diantaranya, untuk melakukan intervensi guna mencegah potensi gejala ‘stunting’ pra konsesi balita umur 2 tahun.

Kepala Departemen Kesmas Fakultas Kedokteran UKI, dr. Sudung Nainggolan mengatakan, sebelumnya pada bulan November 2018 lalu, pihaknya juga melakukan serangkaian PKM serupa di Kabupaten Sumedang.

“Seperti yang telah dilakukan sebelumnya, selama lima tahun ini kita akan meneliti bagaimana kondisi gejala stunting di semua daerah se-Indonesia, jadi kami terus melakukan penelitian, penyuluhan dan lain sebagainya,” katanya kepada Radar Sumedang usai melakukan pembukaan PKM FK UKI di Aula Dinkes Sumedang, Senin (11/11).

Dikatakannya, berdasarkan data yang dihimpun dari Sekretariat Wapres RI, sedikitnya terdapat 100 kabupaten/kota yang menjadi prioritas untuk diteliti, dan Kab. Sumedang masuk didalamnya. Sementara itu dalam tataran wilayah Jawa Barat, Sumedang menempati peringkat keempat untuk prevalensi stunting.

“Kita akan meneliti di 1000 hari kehidupan saat ibu dinyatakan hamil, dari 1000 hari itu terbagi dua, 270 hari dia hamil lalu melahirkan, lalu 630 hari kemudian sampai dia berumur 2 tahun,” ucapnya.

Selain itu kata dia, penanganan stunting membutuhkan waktu sampai 5 tahun. Untuk itu penanganan stunting harus dilakukan secara kontinyu. Sehingga targetnya 2030, Sumedang akan bebas stunting.

“Faktor ekonomi, psikologis, pendidikan juga menentukan, untuk itu kita akan coba lakukan penelitian pada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang gizi, pendidikan, penyuluhan, pola makan balita, dan penelitian besar mengenai kecacingan pada ibu hamil. Namun hasil penelitian kemarin, gejala cacingan nyatanya negatif, oleh sebab itu kita akan cari tahu lagi sekarang,” ujarnya.

Lebih lanjut sambung dia, gejala prevalensi Stunting per Desember 2018 telah mengalami penurunan dari semula sekira 41 persen berkurang menjadi 36 persen, atau penurunan sebesar 5 persen.

Ditempat yang sama Ketua PKM Cerdas Haryadi Artha S.Ked menyebutkan, sepuluh desa yang akan menjadi objek penelitian antara lain, Desa Sukasari, Kec. Sukasari, Desa Cilembu, Mekarbakti, dan Cijeruk (Pamulihan), Desa Sukahayu (Rancakalong), Desa Malaka (Situraja), Desa Cimarga (Cisitu), Desa Kebon Kalapa (Cisarua), Desa Ungkal (Conggeang), Desa Margamukti (Sumedang Utara).

Adapun secara teknis dalam pelaksanaannya kata dia, diminggu pertama, pihaknya akan melakukan penelitian di beberapa desa terkait dengan penyediaan air minum dan juga sanitasi lingkungan terhadap balita stunting 2-5 tahun.

“Selain penelitian, kami juga akan melakukan penyuluhan di tingkat sekolah dasar, remaja putri dan ibu hamil tentang asi ekslusif, pemberian makanan tambahan atau intervensi gizi, pola asuh anak. Karena untuk stunting ini perlu ditangani sebelum bayi lahir, jadi di 1000 hari kehidupan yang disebutkan dr. Sunu tadi akan kita lakukan,” katanya. (tha).

The post FK UKI Kembali Melakukan Penelitian di Sumedang appeared first on Radar Sumedang.

]]>
https://sumedang.radarbandung.id/berita-utama/kota-sumedang/2019/11/11/fk-uki-kembali-melakukan-penelitian-di-sumedang/feed/ 0