2020 Sumedang bakal miliki Gedung Creative Center

oleh -
Perwakilan Komunitas Ekraf Sumedang, Hendra Ciho saat berfoto bersama Komunitas Ekraf Jabar dan Bali

 

Sumedang – Baru-baru ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Diparbud) Provinsi Jawa Barat telah melakukan uji kelayakan terhadap kota dan Kabupaten yang akan menerima anggaran Provinsi terkait pembangunan Gedung Creative Center.

Hasilnya, Sumedang mendapat posisi pertama, pada poin-poin penilaian yang sudah disiapkan oleh tim asesor, yakni meliputi respon dan dukungan Pemerintah, antusiasme komunitas, dukungan sarana prasarana, serta kajian sub sektor industri kreatif unggulan daerah, dan terakhir Pendidikan Ekraf.

Kabar baik ini diterima saat Disparbud Jabar mengundang Sebanyak 20 orang perwakilan komunitas ekraf Jabar dari kota dan kabupaten untuk berangkat ke Bali, melalui kegiatan peningkatan capacity building bidang Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Dedi Taufik, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat menuturkan, Sumedang Creative Hub mendapat giliran pada tahun 2020 untuk membangun Gedung Kreatif Center, dengan tujuan mewadahi kegiatan kreatifitas para komunitas kreatif di Sumedang.

“Tentu hal ini di lakukan untuk lebih memahami apa yang di maksud dengan HKI, serta bagaimana para pelaku dan komunitas ekraf Jabar ini bisa mendaftarkan hasil produk mereka secara cepat, aman, nyaman dan tepat sasaran,” kata Dedi dalam siaran persnya, Jum’at (23/8).

Sementara Hendra Diatmadja yang menjadi perwakilan komunitas Ekraf Sumedang menuturkan, selama berada di Bali sejak 19-22 Agustus kemarin, ada beberapa kegiatan yang dilakukan seperti wawasan tentang HKI, hingga kebijakan pengembangan ekraf Jabar.

“Kita juga melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Sanur, yaitu tempat berkumpulnya komunitas kreatif Bali dengan inisiatornya Kang Arif Budiman “Ayip” asal Garut. Beliau sudah hampir 30 tahun tinggal di Bali, dan sudah banyak menghasilkan karya-karya terbaik. Ini akan menjadi inspirasi kita kedepan untuk bagaimana mengembangkan apa yang telah kita lihat di Bali bisa diterapkan di Sumedang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra Ciho sapaan akrabnya, dengan banyak berdiskusi dengan komunitas ekraf Jabar dan Bali bisa meningkatkan pengalaman, wawasan dan jejaring antar komunitas ekonomi kreatif Jabar dan komunitas Ekonomi kreatif Bali.

“Saya berharap pemerintah juga memperhatikan terkait terbangunnya komunitas lintas sektor skala kota, yang didalamnya terdapat kumpulan Komunitas kreatif dari berbagai sektor yang berbeda. Karena Gedung Kreatif ini, kedepan motornya adalah komunitas kreatif. Lebih lagi secara operasional, jangan sampai membebani kembali negara, tapi justru harus mandiri,” jelas Hendra. (jim)